Dekan FTAB UB, Prof Yusuf Hendrawan.
Kota Malang, Bhirawa
Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) terus memperkokoh posisinya sebagai pionir Smart Green Campus. Setelah sukses dengan inovasi daur ulang pipa bekas untuk sumur resapan (biopori), kini FTAB mengambil langkah konkret dalam efisiensi energi dengan meminimalkan penggunaan lampu saat kegiatan perkuliahan di siang hari.
Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari komitmen kuat kampus dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin nomor 7 mengenai Energi Bersih dan Terjangkau, serta poin nomor 13 terkait Penanganan Perubahan Iklim.
Dekan FTAB UB, Prof. Yusuf Hendrawan, STP., M.App.Life.Sc., mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan upaya nyata dalam menekan emisi karbon dan gas rumah kaca (GRK) di lingkungan kampus.
Pihaknya mengajak seluruh sivitas akademika—mulai dari mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan—untuk lebih peduli terhadap penggunaan energi.
”Kami berkomitmen mengurangi penggunaan lampu di semua ruang kelas dan fasilitas kampus yang memiliki akses cahaya alami cukup. Ini adalah langkah nyata mendukung Smart Green Campus,” ujar Prof. Yusuf saat memberikan keterangan.
Meski melakukan penghematan, Prof. Yusuf menjamin bahwa kenyamanan dan keamanan proses belajar mengajar tetap menjadi prioritas utama.
Menurutnya, transisi menuju gaya hidup hemat energi ini dibarengi dengan kampanye edukasi yang masif, baik melalui media sosial maupun poster fisik di area kampus.
Targetkan Efisiensi Listrik 30 Persen
Inovasi ini tidak hanya berhenti pada himbauan. FTAB UB kini mulai menerapkan sistem monitoring penggunaan energi secara real-time. Hal ini dilakukan untuk mengevaluasi sejauh mana efektivitas program penghematan tersebut terhadap pengeluaran operasional fakultas.
”Kami memantau penggunaan energi secara langsung. Harapannya, kesadaran sivitas akademika akan pentingnya konservasi energi semakin meningkat. Langkah kecil ini kami targetkan mampu mengurangi konsumsi listrik hingga 30 persen,” imbuhnya.
Melalui program ini, FTAB UB berharap dapat menjadi role model bagi fakultas lain maupun institusi pendidikan di Indonesia dalam mengimplementasikan konsep kampus ramah lingkungan yang berkelanjutan. Dengan mengurangi ketergantungan pada energi listrik di siang hari, FTAB UB membuktikan bahwa perubahan besar bagi masa depan lingkungan bisa dimulai dari tindakan sederhana di ruang kelas. [mut.hel].


