29 C
Sidoarjo
Sunday, April 19, 2026
spot_img

Usia 15 Tahun, Fatichul Firdaus Tembus UM Lewat Jalur SNBP


Kota Malang, Bhirawa
Universitas Negeri Malang (UM) kembali mengukuhkan diri sebagai kawah candradimuka bagi talenta-talenta muda berbakat di tanah air. Dalam seleksi jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, muncul sosok inspiratif yang mencuri perhatian publik akademik. Ia adalah Much Fatichul Firdaus, remaja asal Pasuruan yang berhasil menembus ketatnya persaingan kampus di usia yang baru menginjak 15 tahun.

Diterima di Program Studi S1 Pendidikan IPA, perjalanan Fatichul menuju kampus rujukan ini tidaklah instan. Siswa asal MAN 1 Pasuruan ini dikenal sebagai sosok yang memiliki etos belajar luar biasa sejak dini. Lahir pada Oktober 2010, Fatichul seolah “berlari” dalam menempuh jenjang pendidikannya.

“Pendidikan adalah jalan utama bagi saya untuk memperbaiki keadaan keluarga. Itu yang menjadi motivasi terbesar saya,” ungkap Fatichul dengan nada rendah hati.

Catatan akademiknya memang mentereng. Saat duduk di bangku MTs, ia sudah mengambil program Sistem Kredit Semester (SKS) yang memungkinkannya lulus dalam waktu dua tahun. Pola percepatan tersebut kembali ia ulangi di jenjang MAN 1 Pasuruan, membuktikan bahwa kecerdasan intelektualnya berjalan beriringan dengan kedisiplinan tinggi.

Namun, di balik kegemilangan tersebut, tersimpan potret perjuangan yang menyentuh. Lahir di tengah keterbatasan ekonomi, Fatichul tak pernah mengeluh. Setiap hari, ia mengayuh sepeda menuju sekolah untuk menuntut ilmu. Jarak dan peluh di jalanan justru menjadi bahan bakar semangatnya untuk terus berkembang.

Berita Terkait :  Ukur Kemampuan Siswa, Unair Gelar Olimpiade Sains Nasional

Dukungan keluarga, terutama doa dari orang tua, saudara, dan neneknya, diakui Fatichul sebagai pilar kekuatannya. “Dukungan mereka adalah penguat di setiap langkah yang saya ambil,” tambahnya.

Keputusannya memilih Pendidikan IPA dan Matematika di UM pada seleksi SNBP akhirnya berbuah manis. Kerja keras dan doa yang tak terputus mengantarkannya menjadi salah satu mahasiswa termuda di angkatannya.

Keberhasilan Fatichul ini selaras dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs) poin keempat, yakni menjamin kualitas pendidikan yang inklusif dan merata. Pihak kampus UM berharap, hadirnya Fatichul dapat menjadi pemantik motivasi bagi generasi muda lainnya agar tidak menyerah pada keadaan. Kisahnya menjadi bukti nyata bahwa usia dan keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang bagi mereka yang memiliki tekad baja untuk meraih masa depan. [mut.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!