Tuban, Bhirawa – Puluhan inovasi terbaik dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, puskesmas, sekolah, hingga masyarakat memasuki tahap penjurian Tubernova Award 2026 yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Tuban.
Tahapan ini menjadi penentu dalam memilih inovasi-inovasi unggulan yang dinilai mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Tuban, Mohamad Alek Mashadi menjelaskan penjurian merupakan tahapan krusial pada Tubernova. Tujuannya, memastikan setiap inovasi yang dihasilkan tidak hanya menawarkan ide kreatif, tetapi juga memiliki manfaat nyata dan dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Menurutnya, penjurian Tubernova Award bukan sekadar formalitas penilaian. Tahapan ini menjadi uang kolaborasi sekaligus instrumen validasi untuk menguji relevansi, kebaruan, serta dampak nyata dari setiap inovasi yang diajukan.
“Kami ingin memastikan setiap gagasan mampu berkembang menjadi solusi konkret bagi berbagai tantangan pembangunan di Kabupaten Tuban,” ungkapnya.
Dalam proses penjurian, setiap peserta mempresentasikan inovasinya di hadapan dewan juri sebelum dilanjutkan dengan tahapan verifikasi lapangan.
Penilaian dilakukan secara objektif berdasarkan empat indikator utama, yakni tingkat kebaruan (novelty), kebermanfaatan, implementasi, serta potensi dampak inovasi terhadap masyarakat.
Pada Tubernova Award 2026, Bapperida membuka tiga kategori kompetisi. Kategori Inovasi Daerah diikuti oleh OPD, kecamatan, dan puskesmas dengan fokus pada peningkatan tata kelola pemerintahan serta pelayanan publik.
Kategori Inovasi Sekolah diperuntukkan bagi UPT Sekolah Dasar Negeri dan UPT Sekolah Menengah Pertama Negeri sebagai upaya membangun budaya inovasi sejak lingkungan pendidikan.
Sementara itu, Kategori Masyarakat menjadi ruang bagi warga dan komunitas untuk menghadirkan berbagai solusi kreatif melalui inovasi di bidang agribisnis dan energi baru terbarukan (EBT), sosial budaya dan kependudukan, serta inovasi berbasis website maupun aplikasi digital.
Alek Mashadi menerangkan penyelenggaraan Tubernova Award selama ini berhasil mendorong perubahan budaya kerja di Kabupaten Tuban. Inovasi tidak lagi dipandang sebagai kegiatan insidental, tetapi mulai menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah.
Hal tersebut tercermin dari meningkatnya partisipasi peserta setiap tahun. Pada penyelenggaraan sebelumnya, lebih dari 128 inovasi tercatat didaftarkan melalui platform Sistem Informasi Riset dan Inovasi Daerah (SISEVA). Pemkab Tuban juga memberikan fasilitasi perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) bagi inovasi terbaik sebagai bentuk apresiasi sekaligus perlindungan terhadap karya para inovator.
Lebih lanjut, Bapperida memastikan bahwa setiap inovasi yang mengikuti kompetisi tidak berhenti pada tahap perlombaan. Berbagai program pendampingan disiapkan melalui pengawalan hilirisasi hasil riset, integrasi inovasi ke dalam dokumen perencanaan daerah, hingga penyediaan inkubasi bagi para inovator agar inovasi dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.
“Kami ingin inovasi yang lahir dari Tubernova benar-benar diterapkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena tujuan akhirnya bukan sekadar menjadi pemenang lomba, tetapi menghadirkan solusi yang mampu menjawab kebutuhan daerah,” jelasnya.
Ke depan, Bapperida akan terus memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah melalui implementasi Rencana Aksi Penguatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah sesuai Peraturan Bupati Tuban Nomor 39 Tahun 2024. Strategi tersebut meliputi integrasi platform Tubernova Award, Tuban Tekno, fasilitasi Kekayaan Intelektual, dan Si Seva, penguatan kolaborasi dengan perguruan tinggi, pendampingan penyusunan dokumen inovasi, hingga replikasi inovasi yang telah terbukti berhasil di masyarakat.
Melalui Tubernova Award 2026, Pemkab Tuban berharap budaya inovasi semakin mengakar di seluruh lapisan masyarakat. Kreativitas yang lahir dari birokrasi, dunia pendidikan, maupun masyarakat diharapkan mampu menghadirkan berbagai terobosan yang adaptif, berkelanjutan, serta meningkatkan daya saing Kabupaten Tuban di tingkat provinsi maupun nasional. [hud.kt]


