28.9 C
Sidoarjo
Wednesday, July 8, 2026
spot_img

Muktamar NU di Jombang

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) akan dilaksanakan di pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang. Terasa bagai “pulang” ke rumah keluarga besar. Karena muassis (pendiri), sekaligus pahlawan nasional, KH Wahab Chasbullah, berasal dari pesantren Tambak Beras. Tidak mudah menentukan lokasi muktamar. Bahkan tidak cukup dalam forum Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama. Sampai terjadi perdebatan sengit. Berujung saling “perang,” menista di media sosial.

Namun penetapan kabupaten Jombang sebagai lokasi muktamar, disambut sukacita seluruh komponen PBNU. Termasuk yang sedang “berseteru” (dan bersaing sengit). Seluruh pimpinan Syuriyah, dan Tanfidziyah, nampak tersenyum cerah, sembari bergandengan tangan. Penetapan dilakukan pada forum Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU, di gedung PBNU. Rais Aam Syuriyah PBNU, KH Miftachul Akhyar, menyatakan, penetapan berasal dari persetujuan “empat mata” (bersama Ketua Umum Tanfidziyah, KH Yahya Cholil Staquf).

Selain hasil “empat mata,” juga merupakan hasil upaya batin, dengan isyarat yang nyaris sama, muktamar harus “pulang ke rumah.” Berujung penafsiran, bahwa muktamar ke-35 harus diselenggarakan di pesantren milik pendiri dan penggagas berdirinya NU. Sedangkan pendiri utama NU (disebut sebagai muassis), adalah hadratus syekh KH Hasyim Asy’ary (Tebuireng, Jombang). Serta KH Wahab Chasbullah (pesantren Bahrul Ulum Jombang).

Dari dua lokasi, pesantren Tebuireng, telah diselenggarakan muktamar NU ke-33, tahun 2015. Belum lama. Rais Aam PBNU juga menyatakan lokasi muktamar mempertimbangan situasi nasional, situasi negara, “isyu-isyu yang mungkin tidak kita harapkan.” Serta terdapat kelompok yang meng-inginkan PBNU selalu berseteru tanpa putus. Sehingga penyelenggaraan muktamar perlu “pendinginan.”

Berita Terkait :  Dokter Menyimpang

Maka pilihan jatuh pada pesantren Bahrul ulum, desa Tambak Beras, Jombang. Dikenal memiliki ke-sejarah-an NU yang sangat kuat. Terutama pada tokoh KH Wahab Chasbullah, sebagai penggagas, pencetus, pendiri, dan penggerak NU. Juga menjadi Rais Aam selama 24 tahun. Bahkan pada tahun 2014, KH Wahab Chasbullah, dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional. Terutama jasanya antara lain sebagai penggagas, sekaligus Panglima Laskar Hizbullah, berperang angkat senjata melawan penjajah.

Dimulai dari cetusan gagasan dan diskusi intensif di sebuah rumah panggung, kediaman mertuanya. Lokasinya di kampung Kertopaten, Surabaya. Kalangan Islam terpelajar saat itu, bahkan memiliki kelompok pedagang bernama Nahdlatut Tujjar. Juga kelompok diskusi bernama Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Tanah Air), dan Taswirul Afkar (gerakan pemikiran). Seluruhnya digagas oleh KH Wahab Chasbullah. Berbagai cikal bakal organisasi Islam kebangsaan, berujung pada pendirian Nahdlatul Ulama.

Tetapi perjalanan ke-NU-an, penuh warna, dan unik. Terutama hubungannya dengan rezim (pemerintah). NU pernah berposisi vis a vis (berhadap-hadapan) dengan pemerintahan orde baru, selama 32 tahun. Uniknya, NU juga mengambil peran dalam aksi “penggembosan” suara PPP (Partai Persatuan Pembangunan) dalam Pemilu 1987. Sekaligus konsekuensi kembali ke Khitthah 1926, tidak ter-affiliasi dengan partai politik. Setelah gus Dur lengser dari ke-presiden-an, posisi PBNU terasa lebih dekat dengan rezim.

Uniknya kedekatan dengan rezim, menyebabkan PBNU dilanda kemelut. Berkait relasi kuasa, berupa “perseteruan” antara Rais Aam dengan Ketua Umum. Tetapi bisa berakhir ishlah (perdamaian) setelah KH Yahya Cholil Staquf menerima opsi Rais Aam. Berakhir permintaan maaf KH Yahya Cholil Staquf, sekaligus mengembalikan posisinya sebagai Ketua Umum. Juga mengembalikan komposisi personal seperti semula.

Berita Terkait :  Babinsa Koramil 0814/05 Perak Jombang Bantu Petani Padi

Kepengurusan PBNU kini di ujung per-khidmat-an. Bagai tinggal menghitung mundur, sampai penyelenggaraan muktamar ke-35 (27 Juli 2026). Muktamar wajib meng-akomodir pengharapan seluruh rakyat Indonesia, sesuai sikap KH Wahab Chasbullah, yang memegang teguh prinsip ukhuwah wathaniyah, persaudaraan kebangsaan.

——— 000 ———

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!