Surabaya, Bhirawa – Suasana suka cita dan riang gembira tampak dari siswa Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya, saat mengikuti Big Day : Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dengan tema Muslim Family Adventure : Meraih Mimpi, Membangun Masa Depan, di Taman Bermain Jangkar di Kecamatan Jambangan, Surabaya, Sabtu (25/7).
Dalam Big Day peringatan HAN ini digelar apel bersama yakni mengawali hari dengan samangat kebersamaan, doa, dan inspirasi penuh makna. Bonding time yakni waktu berkualitas untuk mempererat ikatan hati, membangun komunikasi dan ciptakan kenangan indah. Dan lomba sinergi bersama yaitu bersinergi, berkreasi dan berprestasi dalam lomba yang menguji kerja sama dan sportivias. Diikuti siswa berkolaborasi dengan orang tuanya.
Menurut Kepala SD Muhammadiyah 24 Ketintang Surabaya, Ustadzah Norma Setyaningrum SPd MPd, peringatan HAN 2026 digelar dengan dikemas Big Day mengangkat tema Muslim Family Adventure yaitu Perjuangan Keluarga Muslim dalam Meraih Mimpi dan Membangun Masa Depan Anak.
Ustadzah Norma menjelaskan, kegiatan mulai dari apel bersama, bonding time antara orang tua dan anak, dan keseruan bersama, dengan berbagai game-game yang menguji atau memperkuat kekompakan orang tua dan anak, anak dengan anak-anak yang lain, serta kekompakan orang tua dengan orang tua yang lain.
“Dengan kegiatan ini harapannya orang tua semakin sadar pada posisinya dan saling menguatkan untuk memenuhi hak-hak anak, yaitu untuk disayangi dilindungi dan membantu anak untuk meraih masa depannya, sebagiamana tema HAN tahun 2026,” katanya .
Ustadzah Norma mengatakan, pihak sekolah mengajak wali murid untuk menyadari anak titipan Allah dan bukan hak milik orang tua. Maka masa depan anak itu ada di tangan anak-anak, biarkan anak-anak mempunyai mimpi sendiri, sesuai jamannya, ada yang ingin jadi CEO. Lucunya, ada ingin menjadi penjaga kebun binatang. Tidak apa-apa, tugas orang tua membantu meraih mimpinya, sambil mengarahkan supaya menjadi versi terbaik dari anak.
Terkait bonding time, Ustadzah Norma meminta orang tua mensyukuri keadaan anak-anak, dan menyakini setiap anak mempunyai potensinya masing-masing dan ini anugerah terindah dari Allah.
“Maka bukan membandingkan anak kita dengan anak orang lain, tetapi bagaimana membawa anak-anak kita bersinar menjadi versi terbaik. Tujuan anak-anak diajak mengikuti game-game ini, agar anak mempunyai rasa optimisme, berani meraih mimpinya dengan didampingi orang tua. Agar anak bahagia, ada ikatan kuat antara anak dan orang tuanya,” katanya.
Salah satu orang tua wali murid Amira Hanun Perdana kelas I Optimis, Dian Suci Mega Biru memberikan apresiasi kepada pihak sekolah yang menggelar game-game untuk menciptakan kekompakan antara orang tua dan anak.
“Ini anak pertama saya. Saya dan suami berusaha mengikuti peringatan HAN 2026. Saya mengikutinya dengan happy sekali. Acara ini memang keren,” ujarnya.
Mega Biru menegaskan, bonding time ini sangat bagus, moment seperti sangat bagus, bahwa anak-anak itu sangat senang kalau diajak main bersama ayahnya. Dan berharap bisa lebih dekat antara orang tua dan anak. ”Bila pihak sekolah menggelar kegiatan seperti ini lagi, saya pasti meluangkan waktu untuk ikut mendampingi anak saya,” tandasnya. [fen]


