31 C
Sidoarjo
Friday, September 11, 2026
spot_img

Kementerian PU Perkuat Optimalkan Pompa dan Normalisasi Sungai Atasi Kekeringan Bengawan Jero Lamongan

Upaya penanganan kekeringan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, Jumat (11/09/2026).

Jakarta, Bhirawa. — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo terus memperkuat upaya penanganan kekeringan pada areal persawahan di wilayah Bengawan Jero, Kabupaten Lamongan. Penanganan dilakukan melalui normalisasi sungai, pengaturan pelayanan air, serta pengoperasian pompa untuk meningkatkan pasokan air irigasi.

Kegiatan penanganan dilaksanakan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, dengan fokus utama pada normalisasi Sungai Deket (orde 3) guna memperlancar aliran air dari Sungai Blawi menuju jaringan irigasi dan areal persawahan.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, Kementerian PU terus memperkuat kesiapsiagaan dan respons terhadap dampak kekeringan, termasuk melalui optimalisasi sumber daya air yang tersedia untuk menjaga keberlanjutan layanan irigasi bagi masyarakat.

“Air merupakan fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu, termasuk dengan mengoptimalkan infrastruktur sumber daya air agar air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Menteri Dody.

Normalisasi Sungai Deket dilakukan menggunakan sejumlah alat berat, antara lain excavator amphibi Komatsu PC 70, excavator amphibi Ultratek PC 45, serta satu unit excavator amphibi milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Hingga 9 September 2026, total capaian gabungan pembuatan alur sungai telah mencapai 3.335 meter dari target panjang alur sekitar 4.000 meter.

Berita Terkait :  Ratusan Proyek Drainase Pemkot Surabaya Tuntas di Tahun 2025

Pada pelaksanaan hari ini, excavator amphibi Ultratek PC 45 telah menyelesaikan pembuatan alur sepanjang 50 meter, dengan lebar sekitar 2 meter dan kedalaman 1 meter. Sementara itu, pekerjaan menggunakan excavator amphibi Komatsu PC 70 telah mencapai total pekerjaan 580 meter, sedangkan alat milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mengerjakan total 1.120 meter.

Selain Sungai Deket, BBWS Bengawan Solo juga melaksanakan normalisasi pada Sungai Corong dan Sungai Malang untuk mendukung kelancaran distribusi air ke jaringan irigasi.

Upaya peningkatan pasokan air juga dilakukan melalui pengoperasian pompa pada Pintu Melik II untuk menambah debit inflow dari Sungai Bengawan Solo menuju Sungai Blawi. Langkah tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air irigasi pada sebagian wilayah Kecamatan Deket, Glagah, Turi, Karangbinangun, dan Kalitengah dengan luas layanan sekitar 3.386 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 3.379 hektare telah terairi, sementara sekitar 7 hektare masih dalam proses pemenuhan kebutuhan air.

Di lokasi lainnya, BBWS Bengawan Solo juga mengoperasikan 3 unit pompa alkon 6 inci, 3 unit pompa alkon 3 inci, 1 unit mobile pump berkapasitas 250 liter/detik, serta 1 unit trailer pump berkapasitas 250 liter/detik. Pompa digunakan untuk mengalirkan air dari Sungai Deket menuju saluran sekunder dan petak sawah dengan luasan sekitar 41 hektare.

Sementara itu, berdasarkan status operasi pompa Bengawan Jero pada 9 September 2026, di Pintu Melik II terdapat empat mesin pompa yang beroperasi dengan durasi masing-masing 8 jam dan kapasitas sekitar 250 liter/detik per unit. Secara keseluruhan, volume outflow di lokasi Pintu Melik II tercatat sekitar 28.800 m³. Kegiatan penanganan kekeringan juga didukung dengan pelaksanaan jadwal gilir pelayanan air untuk mengoptimalkan distribusi air irigasi kepada masyarakat pengguna air.

Berita Terkait :  Menelaah BPN di Tengah Sengkarut Impor

Kepala BBWS Bengawan Solo Gatut Bayuadji menyampaikan bahwa langkah penanganan dilakukan secara terpadu dengan mengoptimalkan ketersediaan sumber air dari Sungai Blawi dan Sungai Bengawan Solo, sekaligus meningkatkan kapasitas aliran melalui normalisasi dan pemompaan.

“Penanganan kekeringan dilakukan secara terpadu melalui normalisasi alur sungai, pengoperasian pompa, dan pengaturan pelayanan air. Upaya ini ditujukan untuk memastikan ketersediaan air irigasi bagi areal persawahan yang terdampak kekeringan,” ujar Gatut.

Ke depan, BBWS Bengawan Solo akan melanjutkan pekerjaan pembuatan alur sungai sepanjang sekitar 665 meter hingga mencapai target total 4.000 meter sesuai kebutuhan yang disampaikan oleh IP3A. Operasi pompa untuk menambah debit inflow dari Sungai Bengawan Solo menuju Sungai Blawi juga akan terus dilakukan sesuai kondisi kebutuhan air di lapangan.

Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Bengawan Solo berkomitmen untuk terus melakukan langkah-langkah operasional dan teknis dalam menjaga ketersediaan air irigasi serta mendukung keberlangsungan kegiatan pertanian masyarakat di wilayah Bengawan Jero. [ira,yit.hel].

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!