31 C
Sidoarjo
Friday, September 11, 2026
spot_img

Inovasi “Gadis Manis” Hingga Brownies Lumer, SMAN 1 Suboh Cetak Wirausahawan Muda Melalui Program Double Track

Situbondo, Bhirawa – SMAN 1 Suboh (SMANIS) terus menunjukkan komitmennya dalam membekali para siswa dengan keterampilan wirausaha melalui Program SMA Double Track. Mengandalkan dua bidang keahlian utama, yakni Tata Boga dan Tata Rias Kecantikan, para siswa SMANIS berhasil menciptakan beragam produk kuliner inovatif serta layanan kecantikan yang bernilai ekonomis tinggi.

​Kepala SMAN 1 Suboh, Drs. Rudi Siswo Haryono, M.Pd., menyampaikan bahwa pada bidang Tata Boga, sekolahnya konsisten mengembangkan olahan berbahan dasar tape khas lokal, seperti brownies tape dan proll tape, dengan brownies lumer sebagai produk andalan. “Tak hanya itu, sekolah juga meluncurkan inovasi kuliner terbaru bertajuk “Gadis Manis” yang sukses menyita perhatian para pejabat dinas saat peninjauan.

​”Gadis Manis ini merupakan olahan tape goreng dengan isian cokelat melimpah yang memberikan sensasi lumer dan renyah saat digigit. Selain makanan, siswa kami juga memproduksi minuman kesehatan alami beraroma pandan yang memanfaatkan olahan bunga telang dan rosella,” ujar Rudi.

​Kualitas produk boga maupun keterampilan tata rias siswa SMAN 1 Suboh kini makin diakui oleh masyarakat luas. Produk kuliner hasil olahan siswa kerap dipercaya menjadi konsumsi resmi di berbagai kegiatan, mulai dari rapat internal, perayaan Dies Natalis sekolah, hingga acara tasyakuran di tingkat Kecamatan Suboh.

“Bahkan dalam ajang pameran, seluruh hasil karya siswa tersebut habis diborong oleh para tamu undangan.  Di sektor Tata Rias Kecantikan, para siswa juga dilatih secara langsung hingga mampu memberikan pelayanan secara profesional,” ungkap mantan Kepala SMAN 1 Pujer Bondowoso itu.

Berita Terkait :  Event Pesona Gondanglegi, Ajang Adu Kreativitas Anak Muda Gen Z

Rudi menegaskan bahwa Program Double Track ini dirancang sebagai solusi konkret untuk membekali keterampilan praktis bagi siswa yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

​”Banyak alumni program Double Track Semanis yang saat ini sudah berhasil membuka usaha mandiri, baik pemasaran produk kuliner secara daring maupun mendirikan salon kecantikan sendiri,” jelasnya.

​Ke depan, Rudi berharap adanya dukungan yang semakin kuat dari pihak birokrasi dan pemerintah daerah, baik berupa kemudahan fasilitas pendanaan maupun pengembangan ide kreasi.

“Dukungan tersebut dinilai sangat penting agar program kemandirian siswa dapat berjalan semakin optimal dan berkelanjutan,” pungkas Rudi.  [awi.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!