31 C
Sidoarjo
Friday, September 11, 2026
spot_img

Wali Kota Kediri Dorong UNISKA Hasilkan Inovasi untuk Masyarakat

Kediri, Bhirawa – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mendorong Universitas Islam Kadiri (UNISKA) terus menghasilkan gagasan dan inovasi yang dapat menjawab persoalan masyarakat. Perguruan tinggi dinilai tidak cukup hanya menjadi tempat pengembangan ilmu, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Vinanda saat menghadiri Kuliah Tamu bertajuk “UNISKA Kampus Berdampak: Siap Mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional” di Aula Lantai 2 Gedung E Kampus UNISKA, Kamis (10/9/2026). Kuliah tamu tersebut menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan sebagai narasumber.

Vinanda mengatakan ilmu yang diperoleh mahasiswa di kampus harus dapat diterapkan untuk menjawab berbagai persoalan di masyarakat. Menurut dia, semangat tersebut mulai terlihat melalui pelaksanaan KKN Tematik 2026 UNISKA, salah satunya lewat program SIGAP Pangan.

“Dari KKN menjadi program berkelanjutan, dari inovasi mahasiswa menjadi solusi masyarakat, dan dari kolaborasi di tingkat lokal, harapannya bisa memberikan kontribusi bagi agenda ketahanan pangan nasional,” kata Vinanda.

Pemkot Kediri, lanjut dia, terbuka terhadap kolaborasi dengan UNISKA maupun perguruan tinggi lainnya untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan masyarakat.

Vinanda juga berharap kehadiran Menko Pangan dalam kuliah tamu tersebut dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan di Kota Kediri dan Indonesia.

Sementara itu, Zulkifli Hasan menegaskan persoalan pangan tidak hanya menyangkut kebutuhan konsumsi masyarakat, tetapi juga berkaitan dengan kedaulatan dan keberlangsungan hidup pelaku sektor pangan, termasuk petani.

Berita Terkait :  Dorong Adaptasi Ekosistem Pendidikan Nasional

Menurut dia, ketergantungan terhadap impor pangan dapat berdampak pada kesejahteraan petani dalam negeri. Karena itu, swasembada pangan harus menjadi bagian dari upaya menjaga kedaulatan bangsa.

“Kalau kita tidak berdaulat, tidak swasembada, artinya kita beli. Kalau impor beras, yang mendapat manfaat adalah petani di negara yang kita impor. Swasembada pangan tidak boleh ditawar karena merupakan bagian dari kedaulatan dan kehormatan bangsa,” terangnya.

Zulkifli juga mendorong mahasiswa memiliki kemampuan berpikir kritis dan memecahkan persoalan. Kemampuan tersebut dinilai penting agar generasi muda mampu mengambil peran dalam menghadapi tantangan pangan sekaligus persoalan pembangunan lainnya.

“Kalau kita mau maju, kita harus punya critical thinking dan problem solving. Mahasiswa UNISKA harus punya kedua itu. Kalau tidak, kita tidak bisa maju,” pungkasnya. [van.nov.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!