31 C
Sidoarjo
Friday, September 11, 2026
spot_img

SMAN 1 Panji Jadi Tuan Rumah Monev SMA Double Track, Cetak Lulusan Berjiwa Wirausaha

“ Kadisdik Jatim Tekankan Program Double Track Harus Lahirkan Lulusan Mandiri dan Berdaya Saing “

Situbondo, Bhirawa – SMAN 1 Panji (SMAJI) dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program SMA Double Track yang melibatkan 11 SMA Negeri se-Kabupaten Situbondo dan Bondowoso. Program hasil kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini terbukti memberikan dampak positif dalam membekali keterampilan wirausaha bagi para siswa.

​Kepala SMAN 1 Panji, Hamidah, M.Pd., mengungkapkan rasa bangga atas kepercayaan tersebut. Ia menyampaikan bahwa program yang telah berlangsung sejak 2019 untuk siswa kelas 10 dan 11 ini berfokus pada tiga bidang keahlian utama, yaitu Tata Boga, Tata Kecantikan, dan Desain Grafis.

​”Program Double Track ini sangat bermanfaat dan berdampak langsung bagi para siswa. Melalui tiga bidang keahlian yang dibuka, anak-anak tidak hanya dilatih secara teori, tetapi juga sudah mempraktikkannya hingga menghasilkan omset nyata,” tutur Hamidah.

​Pada kelompok keahlian Tata Kecantikan, aku Hamidah, para siswa telah dipercaya menangani tata rias pengisi acara di berbagai ajang, seperti Festival Ramadan hingga peragaan busana pada puncak peringatan HUT ke-35 SMAN 1 Panji.

Sementara itu, kelompok Tata Boga sukses memproduksi dan memasarkan berbagai kuliner serta minuman kesehatan, seperti minuman herbal Jasalam (jahe daun salam), keripik seledri, hingga abon cakalang yang diminati warga sekolah dan masyarakat sekitar.

Berita Terkait :  Dispendik Surabaya Siapkan Beasiswa Jenjang PAUD-TK

“​Siswa di bidang Desain Grafis juga menunjukkan kemandirian dengan memproduksi kaos, pin, hingga sketsa. Seluruh kartu pelajar bagi siswa kelas 10 kini diproduksi secara mandiri oleh tim desain grafis siswa. Ke depan, mereka juga disiapkan untuk memproduksi pin identitas pelayanan bagi seluruh guru dan tenaga kependidikan sekolah,” ungkap Hamidah.

​Hamidah berharap bekal keterampilan dan pengalaman berwirausaha selama di sekolah dapat menjadi modal berharga bagi para lulusan kelak.

​”Dampak utama yang kita harapkan adalah terbentuknya jiwa wirausaha. Ketika lulus nanti, anak-anak sudah memiliki keterampilan yang siap pakai untuk membuka lapangan kerja sendiri,” pungkas mantan Kepala SMAN 1 Panarukan itu.

Sementara itu Aries Agung Paewai, Kadisdik Provinsi Jatim mendorong optimalisasi Program SMA Double Track agar tidak sekadar menjadi formalitas pelatihan keterampilan.

“Program ini dirancang untuk mencetak lulusan yang siap mandiri, berani berwirausaha, serta memberi manfaat nyata bagi keluarga dan lingkungan sekolah,” tutur Aries.

​Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab moral dan akademis yang besar dalam membekali para siswa, terutama bagi mereka yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

​”Ini bukan sekadar bagian dari proses keterampilan biasa. Kita ingin apa yang didapatkan anak-anak punya manfaat besar saat mereka lulus. Menghasilkan ijazah tanpa membekali siswa dengan keterampilan untuk bertahan hidup berarti tugas kita sebagai pengelola pendidikan belum sempurna,” ujar Aries saat memberikan arahan di hadapan para kepala sekolah dan pelatih program.

Berita Terkait :  Belajar Keterampilan Tradisional, ASP 2025 di PCU Kenalkan Pesona Budaya Indonesia

​Dalam arahannya, Aries menggarisbawahi pentingnya strategi pemasaran dan ketepatan membidik pasar. Menurutnya, sekolah tidak perlu memproduksi terlalu banyak variasi barang jika tidak terserap pasar dengan baik. Fokus pada satu atau dua produk unggulan yang memiliki kemasan menarik dan relevan dengan kebutuhan konsumen lokal jauh lebih efektif.

​Ia mencontohkan keberhasilan produk kuliner dari SMAN 1 Tumpang, Malang, yang mampu bersaing karena memiliki kemasan dan visualisasi yang memikat. Produk tersebut bahkan sempat dipesan dalam jumlah ribuan untuk kegiatan resmi di Gedung Negara Grahadi.

​”Produk itu tidak harus banyak, yang penting diminati konsumen. Anak-anak harus berani bereksplorasi. Lebih baik gagal beberapa kali untuk menemukan satu produk yang benar-benar disukai pasar di wilayahnya masing-masing, daripada membuat banyak hal tapi sia-sia,” tuturnya.

​Keberhasilan program ini juga dibuktikan oleh sejumlah alumni yang telah mandiri secara finansial. Salah satunya alumni SMAJI yang bergerak di bidang tata rias dengan penghasilan mencapai Rp5 juta hingga Rp10 juta per bulan.

Sementara di wilayah Situbondo dan Bondowoso, tercatat ada 11 sekolah dengan 671 siswa yang terlibat, di mana 13 persen alumninya kini telah sukses berwirausaha dan ribuan lainnya terserap di dunia kerja.

“​Melihat capaian tersebut, Disdik Jatim berencana mendorong sekolah-sekolah yang sudah berhasil untuk melangkah ke tahap Double Track Mandiri,” ungkap Aries.

Berita Terkait :  Bank Jatim Serahkan Donasi ke Yayasan Bina Karya Mandiri

Dengan demikian, intervensi program dapat dialihkan ke sekolah lain yang lebih membutuhkan.

​”Sekolah yang sudah kuat dan berjalan mandiri akan terus kita pantau, sementara alokasi program bisa kita geser ke sekolah lain yang belum tersentuh. Dengan begitu, pemerataan keterampilan bagi siswa di Jawa Timur bisa tercapai secara optimal,” pungkas Aries.  [awi.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!