28 C
Sidoarjo
Thursday, September 24, 2026
spot_img

Riset Teh Daun Jati Ubaya Raih Lisensi Paten


Surabaya, Bhirawa – Universitas Surabaya (Ubaya) melalui Produk cairan teh daun jati siap minum yang dikembangkan oleh Pusat Unggulan Iptek Produk Pangan dan Suplemen Kesehatan untuk Kondisi Degeneratif Universitas Surabaya (PUI Pasdeg Ubaya) raih lisensi paten.

Penandatanganan lisensi dilakukan Rektor Ubaya, Dr. Benny Lianto bersama Direktur Utama PT Alga Rosan Nusantara, Iwan Benny Purwowidodo, S.TP. disaksikan oleh Menteri Hukum RI Dr. Supratman Andi Agtas, S.H., M.H. serta Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Hermansyah Siregar, Kamis (24/9).

Rektor Ubaya, Dr. Benny Lianto mengatakan inovasi ini membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan dunia industri. “Ubaya bangga atas perolehan lisensi ini, kampus berharap supaya karya riset dan inovasi dari dosen-dosen Ubaya berhasil memasuki tahap komersialisasi,” jelasnya.

Lanjut Benny menjelaskan bahwa teh daun jati dilisensikan terbuat dari simplisia daun jati muda dan bahan pendukung lainnya, pengembangan difasilitasi oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Ditjen Risbang, Kemdiktisaintek.

“Memanfaatkan sumber daya lokal yang diintervensi teknologi, produk menghadirkan karakteristik cita rasa herbal dengan potensi aktivitas antioksidan dan antiinflamasi yang unggul,” ucapnya.

Ketua PUI Pasdeg Ubaya, Prof. apt. Tjie Kok, Ph.D., mengukapkan prestasi ini jadi bukti keberhasilan atas hilirisasi hasil riset Ubaya bergerak konkret melampaui publikasi ilmiah dan dokumen perlindungan kekayaan intelektual.

“Perolehan lisensi produk teh daun jati membawa narasi lebih luas mengenai pemanfaatan biodiversitas Indonesia, kearifan lokal, riset berbasis sumber daya alam, inovasi pangan, perlindungan kekayaan intelektual, dan hilirisasi menuju industri,” tuturnya.

Berita Terkait :  Ikuti MPLS Siswa SMP PGRI 1 Buduran Serukan Anti Kekerasan

Prof. Tjie Kok berharap dapat memperkuat komitmen Ubaya menjadikan riset akademik dan kekayaan intelektual sebagai bagian dari ekosistem inovasi dan dapat menyentuh masyarakat dan memberikan manfaat nyata.

“Terdapat berbagai produk berbasis daun jati lainnya sudah memegang hak kekayaan intelektual, antara lain kopi celup daun jati dan daun kelor, teh celup campuran daun jati muda dan daun kelor muda, serta kukis plant-based daun jati bebas gluten,” pungkasnya.

Agenda yang sama dosen Fakultas Farmasi Ubaya Dr. apt. Marisca Evalina Gondokesumo mewakili timnya menerima satu Sertifikat Paten Sederhana untuk inovasi “Tisu Antibakteri yang Terbuat dari Kulit Jagung dengan Aditif Kitosan dan Ekstrak Kulit Manggis”, Riset ini menghasilkan tisu wajah yang penggunaannya terbukti mengurangi konsentrasi bakteri di wajah manusia. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!