33 C
Sidoarjo
Thursday, September 24, 2026
spot_img

Ali Kuncoro Redakan Ketegangan, Massa Tolak MBG Akhirnya Masuk Ruang Sekwan DPRD Jatim

DPRD Jatim, Bhirawa – Ketegangan sempat mewarnai aksi Solidaritas Aksi Rakyat Indonesia Jawa Timur (SATRIA Jatim) di depan Kantor DPRD Jatim, Kamis (24/9/2026).

Situasi mulai mereda setelah Sekretaris DPRD Jatim Mohammad Ali Kuncoro turun langsung menemui massa dan membuka ruang dialog.

Sebelumnya, massa aksi yang menolak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sempat terlibat aksi saling dorong dengan aparat kepolisian. Massa berupaya masuk ke gedung DPRD Jatim untuk menyampaikan tuntutan mereka.

“Mau masuk saja nggak boleh,” teriak salah seorang peserta aksi.

Melihat situasi mulai memanas, Ali Kuncoro menemui massa. Ia meminta peserta aksi tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan dan memilih menyelesaikan persoalan melalui dialog.

“Wes, nggak usah ngamuk. Solusinya yang penting,” ujar Ali kepada massa.

Ali bahkan menawarkan pemeriksaan medis bagi peserta aksi yang merasa mengalami luka setelah terjadi aksi dorong dengan aparat.

“Ayo, siapa yang mau ke rumah sakit, saya periksakan semuanya kalau mau visum,” katanya.

Petugas mengamankan 1 pendemo.

Pendekatan tersebut membuat situasi berangsur kondusif. Dua orang perwakilan massa kemudian dibawa masuk ke ruang Sekwan untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan secara langsung.

Ali juga menegaskan bahwa pengamanan yang dilakukan kepolisian merupakan bagian dari tugas aparat. Ia menyebut situasi harus tetap dijaga agar tidak mengganggu agenda DPRD, termasuk pelaksanaan rapat paripurna.

Berita Terkait :  Dugaan Korupsi Pengadaan Ambulans Dinkes Kabupaten Malang Naik ke Tahap Penyidikan

“Kalau merangsek masuk kan akan ada paripurna. Saya tidak menyalahkan polisi, karena mengamankan. Polisi tidak mungkin keras,” ujarnya.

Sementara itu, Korlap SATRIA Jatim Mahmudi menyampaikan tuntutan utama massa adalah meminta penghentian Program MBG. Mereka juga mendesak DPRD Jatim mengevaluasi sejumlah program pemerintah lainnya.

Aksi saling dorong antara pendemo dan petugas kepolisian inilah pemicuh kerusahan aksi demo di DPRD Jatim.

Dalam tuntutannya, SATRIA Jatim meminta DPRD Jatim mengeluarkan rekomendasi penghentian MBG serta memfasilitasi dialog dengan Presiden Prabowo Subianto atau pihak yang mewakili.

Mereka juga mengancam menggelar aksi jilid II apabila tuntutan tersebut tidak dipenuhi. [geh.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!