27.5 C
Sidoarjo
Tuesday, July 21, 2026
spot_img

Pemprov Dorong Mantingan Jadi Sentra Industri Baru, Matangkan Skema Lahan dan Investasi


Pemprov, Bhirawa – Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah mematangkan rencana pengembangan kawasan industri di Mantingan, Kabupaten Ngawi. Kawasan ini diarahkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja manufaktur.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan, pengembangan ini masih berada dalam tahap penyelesaian teknis, terutama terkait pembebasan dan pengalihan fungsi lahan yang sebagian berada di kawasan hutan.

Dalam penjelasannya, Emil menyebut terdapat dua karakter lahan yang menjadi perhatian, yakni area yang melibatkan tanah milik hutan dan area nonhutan yang sudah dipetakan.

Untuk lahan yang terkait kawasan hutan, proses persetujuan dialihfungsikan telah menunjukkan kemajuan, termasuk skema kompensasi terhadap tegakan yang ada di lokasi tersebut.

Meski arah pengembangan sudah jelas, biaya yang dibutuhkan untuk menuntaskan penataan kawasan menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah.

“Nah ini semuanya membutuhkan biaya yang kemudian pemerintah kabupaten Ngawi ini sedang mengupayakan sebuah solusi. Tapi di saat yang sama kita juga melihat bahwa secara sporadis ada beberapa industri-industri yang justru tumbuh berkembang secara alami,” kata dia, Selasa (21/7/2026).

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Ngawi disebut sedang mengupayakan solusi agar pengembangan kawasan industri dapat berjalan sesuai rencana dan tidak tersendat di tahap administrasi maupun pembebasan lahan.

Emil menjelaskan bahwa kawasan industri idealnya memang disiapkan sejak awal, baik dari sisi akses, tata ruang, maupun pengelolaan dampak lingkungan dan sosial. Menurut dia, keberadaan kawasan yang sudah dirancang secara khusus akan lebih efektif dalam menarik investasi dibanding pertumbuhan industri yang muncul secara sporadis di luar kawasan terencana.

Berita Terkait :  Pemkab Bojonegoro Kembali Raih Opini WTP atas LKPD 2025

Dalam pertemuannya dengan Bupati Ngawi dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Emil menekankan bahwa target utama pada masa kepemimpinan bupati saat ini adalah menghadirkan hasil nyata berupa pengembangan industri dan penciptaan lapangan kerja manufaktur. Sejumlah hasil awal disebut sudah mulai terlihat di wilayah tersebut.

“Saya ke Ngawi belum lama kok, beberapa hari yang lalu. Jadi saya membahas ini dengan Pak Bupati dan Kepala Dinas Perindag. Targetnya apa? Ya tentu targetnya di periode Pak Bupati ini beliau ingin ada sebuah hasil nyata terkait pengembangan industri dan penciptaan lapangan kerja manufaktur di Ngawi. Sebagian sudah mulai kelihatan hasilnya,” kata Emil.

Ia bahkan menggambarkan perkembangan koridor Caruban-Ngawi yang kini mulai menunjukkan dinamika industri baru, serupa kawasan industri yang ramai aktivitas pekerja dan pabrik. Namun, Emil menilai potensi Ngawi masih jauh lebih besar bila pengembangan kawasan industri dilakukan secara terstruktur dan terpusat.

Menurut Emil, pengembangan kawasan industri pertama akan memberi dampak pada percepatan investasi, sementara kawasan berikutnya dapat memperbaiki penataan ruang dan pengendalian dampak lingkungan. Dengan pola yang lebih tertib, pemerintah juga dapat mengelola konsekuensi sosial dari masuknya industri secara lebih baik.

Dari sisi kebijakan nasional, kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri memang dirancang untuk mendorong pertumbuhan baru di daerah, meningkatkan investasi, dan membuka lapangan kerja. Pemerintah pusat juga terus mendorong akselerasi KEK sebagai instrumen ekonomi, termasuk melalui dukungan regulasi dan fasilitasi investasi.

Berita Terkait :  Diharapkan Program Kembang Giri Bangkitkan Ekonomi Kota Pasuruan

Rencana pengembangan Mantingan menunjukkan bahwa Ngawi sedang diarahkan menjadi salah satu simpul industri baru di Jawa Timur, bukan sekadar lokasi tumbuhnya pabrik secara alami. Jika persoalan lahan, pembiayaan, dan tata ruang bisa diselesaikan, kawasan ini berpeluang menjadi basis manufaktur yang memberi efek berganda bagi ekonomi lokal.

Bagi masyarakat, implikasinya tidak hanya pada penambahan lapangan kerja, tetapi juga pada perubahan lanskap sosial-ekonomi wilayah. Karena itu, keberhasilan proyek ini akan sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah daerah dan Provinsi menjaga keseimbangan antara percepatan investasi, kepastian ruang, serta perlindungan lingkungan. [aya.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!