29 C
Sidoarjo
Tuesday, July 21, 2026
spot_img

Kolaborasi Dosen-Mahasiswa UB Kenalkan Irigasi Tetes, Petani Diajak Hemat Air untuk Tanaman Pekarangan


Pasuruan, Bhirawa – Penggunaan air yang belum efisien masih menjadi tantangan bagi petani dalam mengelola tanaman pekarangan. Untuk menjawab persoalan itu, dosen dan mahasiswa KKN PSDKU Universitas Brawijaya (UB) Kediri mengenalkan teknologi irigasi tetes kepada warga Desa Tanjung Kalang, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk.

Kegiatan itu merupakan kolaborasi program kegiatan pengabdian masyarakat yang diaplikasikan langsung dalam proker KKN mahasiswa.

Teknologi Tepat Guna (TTG) yang diperkenalkan berupa sistem irigasi tetes, yakni metode penyiraman yang menyalurkan air langsung ke area perakaran tanaman melalui rangkaian selang sehingga penggunaan air lebih hemat.

Penanggung jawab kegiatan, Chyntia Tri Hana, menyampaikan teknologi irigasi tetes diperkenalkan sebagai solusi sederhana yang dapat diterapkan masyarakat untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air, khususnya pada tanaman pekarangan.

“Selama ini penyiraman masih banyak dilakukan secara manual sehingga penggunaan air cenderung berlebihan dan membutuhkan tenaga lebih besar. Daru irigasi tetes inilah, air bisa dialirkan langsung ke akar tanaman sesuai kebutuhan sehingga lebih efisien,” tandas Chyntia, Selasa (21/7).

Menurut Chyntia, kegiatan tidak hanya berisi penyampaian materi, namun juga praktik pemasangan instalasi irigasi tetes agar masyarakat dapat langsung memahami cara pengoperasiannya.

Dosen Pembimbing Lapang KKN, Dewi Ratih Rizki Damaiyanti, menambahkan teknologi tersebut dipilih karena sederhana, mudah diterapkan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa.

“Irigasi tetes menjadi salah satu solusi agar penggunaan air lebih efisien. Air diberikan sesuai kebutuhan tanaman sehingga pemborosan dapat dikurangi, sementara proses penyiraman juga menjadi lebih mudah,” jelas Dewi.

Berita Terkait :  Festival Lirboyo Ngangeni Dorong Pelestarian Seni Tradisi dan Pemberdayaan UMKM Kota Kediri

Selama kegiatan, peserta mengikuti pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman mengenai pengelolaan air dalam budidaya tanaman.

Selain itu, petani juga mempraktikkan langsung pemasangan sistem irigasi tetes dengan pendampingan mahasiswa KKN.

Menurut Dewi, penerapan teknologi sederhana seperti irigasi tetes diharapkan mampu mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat.

“Kami berharap teknologi ini tidak berhenti saat kegiatan berlangsung, tetapi benar-benar diterapkan oleh masyarakat sehingga dapat membantu menghemat air, mengurangi tenaga saat penyiraman, dan mendukung pertanian yang berkelanjutan,” urai Dewi.

Salah seorang warga, Siti Winarti, menyatakan pelatihan tersebut memberi wawasan baru mengenai cara penyiraman tanaman yang lebih hemat air. “Bila memakai cara ini penyiramannya lebih praktis. Air juga tidak banyak terbuang, jadi lebih hemat dibanding menyiram secara manual,” kata Siti.

Dari kolaborasi pengabdian masyarakat dan KKN tersebut, PSDKU Universitas Brawijaya Kediri berharap teknologi tepat guna seperti irigasi tetes dapat semakin banyak diterapkan masyarakat. “Tentu, teknologi tepat guna ini bisa mendukung pertanian pekarangan yang lebih efisien dan berkelanjutan,” jelas Siti. [hil.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!