Bojonegoro, Bhirawa – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) mulai merealisasikan Proyek Strategis Daerah (PSD) Tahun 2026 berupa pembangunan pelindung tebing sungai/kali dengan total anggaran sekitar Rp5,5 miliar.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat infrastruktur sumber daya air sekaligus mengurangi risiko erosi dan longsor di wilayah yang rawan mengalami gerusan sungai.
Dua paket pekerjaan tersebut berada di Desa Ngaglik, Kecamatan Kasiman, dengan nilai kontrak sebesar Rp2,479 miliar, serta di Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan, dengan nilai kontrak Rp3,164 miliar.
Kedua proyek memiliki masa pelaksanaan selama 120 hari kalender, yang dijadwalkan berlangsung mulai Juli hingga November 2026. Saat ini, pekerjaan telah memasuki tahapan awal melalui kegiatan setting out sebagai dasar pelaksanaan konstruksi di lapangan.
Kepala bidang pendayagunaan sumber daya air Dinas PU SDA Kabupaten Bojonegoro, Danang Khurniawan, mengatakan pembangunan pelindung tebing sungai merupakan salah satu prioritas dalam PSD Tahun 2026 karena berfungsi memperkuat bantaran sungai dan mengurangi dampak gerusan yang berpotensi mengancam permukiman, lahan pertanian, maupun infrastruktur.
“Melalui pembangunan dua paket pekerjaan ini dengan total anggaran sekitar Rp5,5 miliar, kami berharap fungsi pelindung tebing sungai semakin optimal dalam mengurangi risiko erosi dan longsor. Pelaksanaan pekerjaan juga akan terus kami awasi agar selesai tepat waktu, sesuai spesifikasi teknis, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujar Danang Khurniawan, kemarin (21/7).
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap kedua Proyek Strategis Daerah Tahun 2026 tersebut dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
Selain meningkatkan ketahanan infrastruktur sumber daya air, proyek ini juga diharapkan mendukung pelestarian lingkungan dan memperkuat perlindungan kawasan bantaran sungai dari ancaman erosi dan longsor. [bas.gat]


