27.8 C
Sidoarjo
Monday, July 20, 2026
spot_img

TNI Panen Raya Tebu

Mengurus ladang telah menjadi nafkah utama petani Jawa Timur (dan seluruh Indonesia). Lebih lagi rakyat petani di pedesaan kini memiliki “pendamping kuat” peningkatan produksi pangan. Presiden Prabowo Subianto telah meng-instruksikan pembentukan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). Juga jajaran Polri. Kini jajaran Kompi Produksi TNI-AU melaksanakan panen raya tebu.Diharapkan bisa menjadi penunjang kecukupan tebu nasional. Karena 57% gula masih disuplai impor.

Indonesia masih impor gula kebutuhan rumah tangga hampir 4 juta ton per-tahun, dari kebutuhan nasional sebesar 6,4 juta ton. Belum termasuk kebutuhan industri berupa gula kristal mentah (raw sugar)yang seluruhnya (100%) impor, sebanyak 4,19 juta ton. Nilai devisa impor raw sugar mencapai US$3,028 milyar. Banyak pabrik gula (PG) swasta diberi izin impor gula industri. Namun sering di-seleweng-kan. Setelah diproses menjadi gula kristal putih dimasukkan ke pasar sebagai gula siap konsumsi.

Bahkan mayoritas (hampir seluruhnya) PG swasta belum memenuhi syarat pemilikan areal tanam tebu (kebun inti). Padahal persyaratan kebun inti terdapat dalam UU Nomor 39 Tahun 2014 Tentang Perkebunan. Dalam pasal 45 ayat (2) huruf, dinyatakan, “Usaha pengolahan hasil perkebunan harus memenuhi sekurang-kurangnya 20% (dua puluh per-seratus) dari keseluruhan bahan baku yang dibutuhkan berasal dari kebun yang diusahakan sendiri.”

Tetapi tidak mudah menyediakan areal tanam (kebun inti). Sehingga hampir seluruh PG swasta menempuh kerjasama dengan kelompok petani. Ujungnya, terjadi persaingan perolehan tebu dari petani. PG yang mampu memberi harga tertinggi akan memperoleh tebu lebih banyak. Terjadi pula “tebu wira-wiri.” Yakni, tebu yang diangkut dari jauh. Berisiko menurunkan mutu tebu. Ironisnya, PG milik BUMN sering kalah dalam perebutan tebu.

Berita Terkait :  Pj Wali Kota Madiun Minta Masyarakat Aktif Sukseskan Pilkada

Maka pembinaan perkebunan tebu oleh TNI-AU, niscaya menghadapi problem serupa.Khususnya pembinaan kelompok tani. Segenap personel Kompi Produksi, wajib menjaga disiplin pengelolaan lahan. Terutama penggunaan pupuk, dan periode tanam yang sesuai. Selain itu juga terlibat langsung dalam mencari PG yang memberi harga tertinggi.Selebihnya, TNI-AU bisa menjajaki penambahan luas areal tanam. Antara lain melalui “jatah” Perhutanan Sosial.

Pemilihan komoditas tebu cukup strategis. Secara khusus Panglima TNI meng-informasikan, panen tebu di aglomerasi Lapangan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Malang, seluas 800 hektar. Estimasi hasil panen mencapai 72 ribu ton tebu (sekitar 0,44% dari hasil panen nasional).Secara ke-ekonomi-an jika rendemen bagus nilainya bisa mencapai Rp 50 milyar.Rendemen masih sering menjadi sengketa antara kelompok tani dengan PG.

Tetapi alat ukur rendemen bukan hanya brix re-fractometer. Melainkan juga terdapat polari-meter untuk mengukur sakarosa (kristal gula). Serta ada timbangan dan mesin giling mini. Setelah dipadukan semua menjadi rendemen utuh. Menjadi wewenang PG mutlak. Rata-rata rendemen petani Jawa masih di bawah angka 8. Tetapi di Brasil, rendemen tebu rata-rata telah lebih dari 12,5.PG di Brasil juga telah menghasilkan produk samping sangat mahal (bio etanol).

TNI bertani (melalui Batalyon Yonif Teritorial Pembangunan, dan Kompi Produksi, merupakan kesepakatan politik. Tercantum dalam UU Nomor 3 Tahun 2025 (hasil perubahan UU TNI Nomor 34 Tahun 2004). UU TNI dalamkonsideransmenimbanghuruf c, dinyatakan, “bahwaTentara Nasional Indonesia sebagaialatpertahanan Negara …, bertugas…pertahanannegarauntukmenegakkankedaulatannegara, …, menjalankanoperasimiliteruntukperangdanoperasimiliterselainperang, ….”

Berita Terkait :  Tragedi 'Perwira' Peluncur yang Dikorbankan di Balik Skandal FO Kominfo Nganjuk 2024

Terdapat frasa kata “operasi militer selain perang.” Sehingga tugas TNI juga dilibatkan dalam program prioritas strategis presiden. Terutama pangan.

——— 000 ———

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!