27.2 C
Sidoarjo
Sunday, July 26, 2026
spot_img

Kodim 0809/Kediri Bangun Jembatan Penghubung Ngancar Pandantoyo

Kabupaten Kediri, Bhirawa. – Setelah enam tahun mengandalkan jembatan darurat dari bambu, warga Desa Ngancar dan Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, segera memiliki jembatan permanen. Kodim 0809/Kediri membangun Jembatan Perintis Garuda Merah Putih untuk memulihkan akses yang terputus sejak jembatan lama ambrol pada Mei 2020.

Jembatan komposit dengan rangka besi WF dan beton bertulang itu memiliki panjang 12 meter dan lebar 3 meter. Pembangunannya merupakan bagian dari Program Bhakti TNI yang berlangsung selama 21 hari, mulai 10 hingga 31 Juli 2026.

Selama ini warga hanya memanfaatkan jembatan darurat berbahan bambu sebagai penghubung antardesa. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat, mulai pelajar, petani hingga pelaku usaha, menjadi kurang lancar karena harus memutar melalui jalur yang lebih jauh.

Komandan Kodim 0809/Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah mengatakan pembangunan jembatan itu diharapkan mampu mengembalikan kelancaran mobilitas warga sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.

“Program ini bukan sekadar membangun sebuah jembatan, tetapi membangun harapan dan masa depan masyarakat. Kehadiran Jembatan Perintis Garuda Merah Putih diharapkan mampu mempermudah akses pendidikan, memperlancar mobilitas warga, mendukung distribusi hasil pertanian, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di kedua desa,” ujarnya, Minggu (26/7).

Menurut Letkol Inf Dhavid, pembangunan infrastruktur tersebut juga menjadi wujud sinergi TNI dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjawab kebutuhan riil di lapangan.

Berita Terkait :  Astra Financial Bidik Pencapaian Besar di GIIAS Surabaya 2024

“Kami ingin memastikan keberadaan TNI benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sinergi bersama pemerintah daerah, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan yang berorientasi pada kepentingan rakyat,” tambahnya.

Kepala Desa Pandantoyo Dian Astianti mengaku bersyukur pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan akhirnya dapat direalisasikan. Menurutnya, sejak jembatan lama ambrol pada 2020, pemerintah desa bersama warga hanya mampu membangun jembatan darurat berbahan bambu agar akses tetap bisa digunakan.

“Alhamdulillah, masyarakat sangat bersyukur dengan adanya pembangunan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih oleh Kodim 0809/Kediri. Selama ini warga harus memutar dengan jarak yang cukup jauh untuk beraktivitas. Dengan jembatan permanen ini, kami optimistis mobilitas masyarakat akan kembali normal dan perekonomian desa semakin berkembang,” ungkap Dian.

Saat ini progres pembangunan jembatan telah mencapai sekitar 85 persen dan ditargetkan rampung pada akhir Juli 2026 sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat sebagai akses penghubung utama antara Desa Ngancar dan Desa Pandantoyo. [van.nov.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!