28.4 C
Sidoarjo
Tuesday, June 9, 2026
spot_img

JSC Tim Respon Kasus Dinsos Jatim Jangkau Lansia Terbatas Ekonomi

Pemprov Jatim, Bhirawa.
Aktivitas Jatim Social Care (JSC) Tim Respon Kasus Dinas Sosial (Dinsos) Jatim terus berlangsung tiada henti, kali ini mereka melakukan penjangkauan terhadap seorang Lanjut Usia (Lansia) yang hidup dalam keterbatasan ekonomi di wilayah Dukuh Karangan, Kelurahan Babatan, Kecamatan Wiyung, Surabaya.

Penjangkauan dilakukan setelah beredarnya informasi di Media Sosial (Medsos) mengenai kondisi Pairan (71), seorang tukang ledeng keliling yang tetap bekerja di usia senja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Menindaklanjuti informasi tersebut, JSC Tim Respon Kasus Dinsos Jatim berkoordinasi dengan Kelurahan Babatan, serta melibatkan Tim TKSK Kota Surabaya untuk melakukan asesmen langsung di lokasi.

Berdasarkan hasil asesmen, Pairan tinggal bersama istrinya, Poninten (66), dan seorang cucu bernama Rediksa John Egisbaka di rumah milik sendiri berukuran sekitar 5 kali 13,5 meter. Rumah itu sebelumnya telah mendapatkan bantuan perbaikan melalui Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Dalam kesehariannya, Pairan bekerja sebagai tukang ledeng keliling dengan penghasilan yang tidak menentu. Bahkan dalam beberapa bulan, pendapatannya hanya sekitar Rp500 ribu untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sementara itu, istrinya mengalami stroke dan diabetes sehingga aktivitas sehari-hari sangat terbatas dan harus menggunakan tongkat tripot untuk berjalan.

Kondisi ekonomi keluarga masih tergolong rentan. Meski sang cucu bekerja sebagai admin komputer dengan penghasilan sekitar Rp1,5 juta per bulan, pendapatan tersebut belum sepenuhnya mampu mencukupi kebutuhan keluarga, termasuk biaya hidup dan kebutuhan kesehatan.

Berita Terkait :  ASN Bojonegoro Bersepeda ke Kantor, Dorong Efisiensi Energi dan Gaya Hidup Sehat

Hasil asesmen menunjukkan keluarga Pairan terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) pada Desil 2. Selama ini keluarga telah menerima sejumlah bantuan, antara lain BLT Kesra tahun 2025, kepesertaan PBI Jaminan Kesehatan yang masih aktif, bantuan modal usaha dari Pemerintah Kota Surabaya pada tahun 2024, bantuan sembako Kampung Madani, serta Program Rutilahu.

JSC Tim Respon Kasus Dinsos Jatim, Nursoleh mengatakan, kehadiran tim di lapangan merupakan bentuk respons cepat pemerintah terhadap informasi yang berkembang di masyarakat.

”Kami hadir untuk memastikan kondisi yang sebenarnya di lapangan melalui asesmen langsung. Hasil penjangkauan ini akan menjadi dasar untuk mengidentifikasi kebutuhan dan mengupayakan akses terhadap program-program bantuan sosial yang sesuai bagi keluarga Pak Pairan,” ujar Nursoleh.

Nursoleh menambahkan, sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kota, perangkat kelurahan, dan pilar-pilar sosial menjadi kunci dalam menangani berbagai permasalahan sosial yang dihadapi masyarakat.

”Kami berharap penanganan yang dilakukan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga, tetapi juga dapat mendorong peningkatan kemandirian ekonomi sehingga kesejahteraan keluarga dapat lebih baik ke depannya,” tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Pairan menyampaikan harapannya untuk memperoleh bantuan sosial reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan Sembako, maupun bantuan usaha yang dapat digunakan untuk membuka toko kelontong sebagai tambahan sumber penghasilan keluarga.

Penjangkauan ini melibatkan JSC Tim Respon Kasus Dinsos Jatim, Tim TKSK Kota Surabaya, serta staf Kelurahan Babatan Kecamatan Wiyung Kota Surabaya sebagai bentuk kolaborasi dalam penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Jawa Timur. [rac.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!