31 C
Sidoarjo
Thursday, May 14, 2026
spot_img

Hadirkan Wawasan Langsung dari Praktisi, TPS Gelar Program TJSL Praktisi Mengajar 2026

Surabaya, Bhirawa

Di tengah makin rumitnya jaringan rantai pasok barang di dunia, peran terminal petikemas kini tak lagi sekadar tempat membongkar dan memuat barang. Ia telah menjelma sebagai titik penghubung utama yang sangat menentukan kelancaran arus logistik, baik di dalam negeri maupun ke luar negeri.

Menjawab tantangan ini, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) meluncurkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Praktisi Mengajar 2026”, yang menghadirkan pandangan langsung dari pelaku industri pelayaran global.

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan untuk memperluas wawasan dan kemampuan sumber daya manusianya melalui kerja sama dengan para ahli berpengalaman di bidangnya.

“Lewat program ini, kami ingin para peserta mendapatkan pengetahuan nyata langsung dari pelaku industri. Harapannya, kemampuan dan daya saing karyawan pun makin terasah, sehingga TPS siap menghadapi segala tantangan dalam dunia logistik yang terus berkembang,” ujar Erika saat ditemui, Kamis (14/5).

Mengangkat tema “Memahami Logistik Rantai Pasok dari Sudut Pandang Perusahaan Pelayaran”, kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 13 Mei 2026, mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB di Ruang Pertemuan Toba, Lantai 2 Gedung Layanan Pelanggan TPS. Sebagai narasumber utama, TPS menghadirkan Gunawan, S.Pi., S.H., M.M., yang menjabat sebagai Kepala Cabang perusahaan pelayaran internasional CMA CGM di Surabaya.

Berita Terkait :  Pemkab Mojokerto Gandeng Generasi Milenial untuk Kemandirian Ekonomi

Puluhan karyawan dan peserta magang internal TPS dari berbagai departemen—mulai dari Sumber Daya Manusia, Teknologi Informasi, Keuangan, Keselamatan Kerja, Operasional, hingga Bidang Komersial—turut hadir mengikuti sesi ini dengan antusias. Dalam pemaparannya, Gunawan tak hanya menjelaskan teori, tetapi juga membagikan pengalaman nyata mengenai bagaimana perusahaan pelayaran menilai kinerja sebuah terminal.

Menurutnya, layanan terminal yang andal menjadi kunci utama dalam menjaga ketepatan jadwal perjalanan kapal, menekan biaya logistik, serta memperlancar hubungan perdagangan internasional.

Gunawan juga mengulas secara rinci dinamika yang terjadi di industri pelayaran dunia, berbagai tantangan operasional yang sering dihadapi, hingga strategi mengelola rantai pasok yang terpadu dan efisien.

Ia menegaskan bahwa keselarasan kerja antara terminal petikemas dan perusahaan pelayaran sangatlah krusial agar logistik nasional tetap kompetitif di tengah persaingan perdagangan global yang makin ketat.

“Terminal petikemas memiliki peran sangat penting. Bagaimana pun baiknya rencana pelayaran, jika layanan di terminal tidak andal, maka kelancaran arus barang pun akan terganggu,” ungkap Gunawan.

Antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung mencerminkan semangat TPS dalam membangun budaya belajar yang terus berlanjut dan selalu menyesuaikan diri dengan kemajuan zaman. Ke depannya, TPS berkomitmen akan terus menyelenggarakan program serupa dengan berbagai topik strategis lainnya, demi melahirkan tenaga kerja yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki wawasan luas dan siap bersaing di sektor kepelabuhanan serta logistik. [riq.kt]

Berita Terkait :  Dukung Program Ketahanan Pangan, Galakkan Komoditas Tanaman Sayuran

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!