Tulungagung, Bhirawa
Dalam kunjungannya ke SMKN 1 Tulungagung dan SMK Sore Tulungagung, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa juga melakukan penyaluran bantuan sosial (bansos) pada warga Kota Marmer. Penyaluran bansos sejumlah Rp 10,439 miliar itu berlangsung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kamis (14/5) sore.
Gubernur Khofifah berharap penyaluran bansos tersebut dapat bermanfaat bagi penerimanya. “Mudah-mudahan bermanfaat dan barokah,” ujarnya.
Ia menyebut penyaluran bansos merupakan kewajiban dari pemerintah dan diberikan pada masyarakat yang membutuhkan. Meski, saat ini Pemprov Jatim diakui belum maksimal dalam penyalurannya.
“Memang kurang maksimal. Kemampuannya baru segini. Doakan saja biar anggarannya nanti bisa lebih banyak lagi untuk kesejahteraan masyarakat,” paparnya.
Gubernur Khofifah selanjutnya menandaskan jika penyaluran bansos merupakan kolaborasi dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat. “Komplementer. Saling melengkapi. Dari Pemprov, Pemkab/Pemkot dan pemerintah pusat,” tuturnya.
Ada pun bansos yang diserahkan berupa, asistensi soasial penyandang disabilitas, bantuan program pemberdayaan bumdes, program desa berdaya, program Jatim Puspa, bantuan keuangan desa, bantuan PKH Plus, bantuan KIP, bantuan kemiskinan ekstrem, zakat produktif, bantuan operasional pendamping PKH Plus dan tali asih bagi TKSK dan Tagana.
Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jatim, Restu Novi Widiani, mengungkapkan dari anggaran Rp160 miliar untuk bansos seluruh kabupaten/kota se-Jatim, Tulungagung mendapat kucuran dana sebesar Rp10,439 miliar. “Bansos senilai Rp10,439 miliar ini termasuk tinggi. Meski tidak tertinggi di Jatim,” katanya.
Secara rinci, ia memaparkan dari Dinsos Provinsi Jatim senilai Rp4,356 miliar. Kemudian dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) untuk bantuan keuangan khusus senilai Rp939 juta dan bantuan keuangan desa sebesar Rp5,118 miliar.
Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin menyatakan rasa terimakasihnya pada Gubernur Khofifah. “Semoga bantuan ini membawa berkah dan manfaat yang luas bagi seluruh masyarakat Tulungagung,” katanya.
Ia pun berpesan agar bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan peruntukannya. Khususnya untuk para pilar sosial (TKSK, Tagana, SDM PKH dan JSC).
“Teruslah semangat menjadi ujung tombak pelayanan sosial di lapangan.
Ke depan, soliditas yang kita bangun, komunikasi yang kita jalin, dan kerja sama yang kita lakukan, tentu harus terus diperkuat dan dilanjutkan,” pungkasnya. [wed.kt]


