31 C
Sidoarjo
Thursday, May 14, 2026
spot_img

KONI Kota Kediri Bahas Kebutuhan Anggaran dan Pembinaan Atlet dengan DPRD

Kediri, Bhirawa

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kediri melakukan audiensi dengan DPRD Kota Kediri untuk membahas transparansi penggunaan anggaran, capaian prestasi atlet, hingga kebutuhan pembinaan olahraga menuju Porprov Jatim X 2027.

Audiensi yang berlangsung di Gedung DPRD Kota Kediri itu dipimpin Ketua DPRD Kota Kediri Firdaus dan dihadiri jajaran pengurus KONI Kota Kediri serta perwakilan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Kediri.

Ketua KONI Kota Kediri Eko Agus Koko mengatakan forum tersebut menjadi bentuk keterbukaan KONI kepada legislatif terkait pengelolaan anggaran olahraga dan capaian prestasi yang telah diraih.

“Paling penting adalah transparansi. Kami ingin menunjukkan kepada Dewan bahwa inilah kerja KONI, sehingga tidak ada miskomunikasi di luar. Penggunaan anggaran harus dilihat dari prestasi nyata yang telah dicapai, termasuk keberhasilan Kota Kediri masuk peringkat empat besar Porprov Jatim,” ujarnya.

KONI Kota Kediri mencatat capaian konsisten dengan selalu berada di jajaran empat besar Porprov Jatim sejak Porprov Jatim I hingga IX. Meski demikian, KONI mengakui masih terdapat sejumlah kendala, terutama keterbatasan sarana dan prasarana beberapa cabang olahraga.

Dalam pemaparannya, KONI menyebut kebutuhan pembinaan atlet ke depan semakin besar untuk menghadapi Porprov Jatim X 2027 di Surabaya. KONI memproyeksikan kebutuhan anggaran sebesar Rp21 miliar pada tahun pelaksanaan Porprov dan Rp14 miliar pada tahun non-Porprov.

Berita Terkait :  Asah Atlet, Kota Batu Gelar Kejuaraan Nasional Sepatu Roda

Anggaran tersebut mencakup pembinaan atlet, pengembangan sport science, bonus prestasi, hingga perbaikan fasilitas olahraga.

“Setiap tahun kami menghitung kebutuhan sekitar Rp14 miliar untuk pembinaan dan menutupi kekurangan sarana prasarana. Namun realisasi anggaran yang diterima berbeda, sehingga kami harus menyusun strategi lebih ketat,” ungkap Koko.

Dalam audiensi itu, KONI juga menjelaskan pengajuan anggaran tahun 2026 sebesar Rp14,8 miliar kepada Bappeda dan Disbudparpora. Namun, realisasi anggaran yang diterima hanya Rp6 miliar.

Sementara pada pelaksanaan Porprov Jatim IX 2025, total anggaran yang terealisasi mencapai sekitar Rp10 miliar, termasuk bonus atlet sebesar Rp6,5 miliar.

Menurut KONI, peningkatan kebutuhan anggaran tidak hanya berkaitan dengan target prestasi, tetapi juga untuk memperkuat sistem pembinaan atlet yang lebih modern dan terukur.

Dalam rapat dengar pendapat tersebut, sejumlah anggota DPRD dari gabungan fraksi juga mendorong KONI memperkuat komunikasi dengan Pemerintah Kota Kediri, termasuk dengan Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati.

KONI menyatakan koordinasi dengan pemerintah daerah selama ini berjalan rutin, meski tetap terdapat dinamika dalam proses pencairan maupun penetapan final anggaran.

KONI Kota Kediri menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan prestasi olahraga melalui pembinaan atlet yang berkelanjutan, transparan, dan berbasis kebutuhan di lapangan, agar Kota Kediri mampu mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi pada Porprov Jatim X 2027. [van,nov.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!