33.2 C
Sidoarjo
Wednesday, October 21, 2026
spot_img

Cegah TBC Bertambah Dinkes Skrining 100 Warga Desa Munggugebang Gratis

Gresik, Bhirawa – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik, menemukan delapan kasus tuberkulosis (TBC) di Desa Munggugebang, Kecamatan Benjeng, sepanjang 2026. Temuan  mendorong pelaksanaan skrining gratis terhadap 100 warga, untuk memutus rantai penularan sekaligus mempercepat target eliminasi TBC di Kabupaten Gresik pada 2028.

Skrining digelar melalui kegiatan Skrining Sistematis Tuberkulosis (SSTB) yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Sasaran utamanya adalah kontak serumah dan kontak erat pasien TBC, serta warga yang memiliki faktor risiko, termasuk penderita diabetes melitus (DM).

Selain pemeriksaan terkait TBC, warga menjalani pemeriksaan kesehatan umum, seperti cek gula darah dan foto toraks atau rontgen. Langkah ini dilakukan untuk menemukan kasus sedini mungkin, sehingga pasien dapat segera memperoleh pengobatan dan penularan tidak meluas.

Wasor TBC Dinkes Gresik, Herlina Mustika Kusuma Utami, SKM, mengatakan penelusuran kasus TBC yang terintegrasi dengan CKG berlangsung sejak April hingga November 2026. Program tersebut menjangkau 16 kecamatan melalui 30 puskesmas di Kabupaten Gresik.

“Peserta setiap lokus sebanyak 100 orang. Sasaran utamanya adalah kontak serumah dan kontak erat dari pasien TBC, kemudian ditambah masyarakat yang memiliki faktor risiko, seperti penderita diabetes dengan kadar gula darah tinggi,” kata Herlina, yang akrab disapa Lina.

Desa Munggugebang, menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam upaya penemuan kasus secara aktif. Berdasarkan data hingga saat ini, delapan kasus TBC telah ditemukan di desa tersebut sepanjang 2026.

Berita Terkait :  Anggota DPRD Kota Malang Imbau Warga Dukung UMKM Lokal

Penemuan kasus,  juga berkaitan dengan sejumlah faktor risiko yang perlu diwaspadai. Selain kondisi kesehatan, lingkungan rumah dengan ventilasi kurang memadai turut menjadi perhatian. Penderita diabetes juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami TBC.

Komitmen Pemkab Gresik, untuk mempercepat eliminasi TBC pada 2028. Lebih awal dibandingkan target nasional yang menjadi acuan program, target tersebut hanya dapat dicapai jika penemuan kasus secara aktif dibarengi kepatuhan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas.

“Harapannya, masyarakat semakin peduli terhadap kesehatannya sendiri. Jika mengalami keluhan atau gejala yang mengarah pada TBC, segera periksa ke fasilitas pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Jika ada tetangga, saudara, atau orang di sekitar kita yang terkena TBC, jangan dijauhi. Mari kita rangkul dan dukung pengobatannya sampai tuntas agar mereka tidak merasa dikucilkan. Dukungan keluarga dan lingkungan dinilai penting, untuk menjaga semangat pasien menjalani pengobatan sampai sembuh.

Sementara Penelaah Teknis Kebijakan Dinkes Gresik Muhammad Ubaidillah, menjelaskan pemeriksaan dalam kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada gejala TBC. Petugas juga melakukan pemeriksaan kesehatan umum, termasuk gula darah, serta foto toraks melalui kerja sama dengan RSUD Ibnu Sina Gresik.

Penentuan sasaran, dilakukan berdasarkan data Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB). Petugas mengidentifikasi kasus indeks, kontak serumah, dan kontak erat, kemudian melengkapinya dengan warga yang memiliki faktor risiko atau penyakit penyerta.

“Harapan dari tracing TBCdan CKG, pada prinsipnya adalah memutus rantai penularan. Dengan penemuan kasus secara aktif, penderita bisa segera diketahui dan mendapatkan pengobatan,” jelasnya.

Berita Terkait :  ASPADIN Dukung Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur 4,7 Persen

Pemerintah Desa Munggugebang. Penjabat (Pj) Kepala Desa Munggugebang, Muhammad Zaini, mengatakan bidan desa telah lebih dulu melakukan sosialisasi mengenai TBC kepada masyarakat.

Pemerintah desa kini menunggu hasil pemeriksaan, untuk mengetahui kondisi kesehatan warga yang mengikuti skrining. Hasil foto toraks dapat diketahui lebih cepat, sedangkan pemeriksaan sampel dahak membutuhkan waktu beberapa hari.

“Kami berharap kegiatan seperti ini, bisa dilaksanakan satu hingga dua kali lagi. Kalau bisa sampai kasus TBC, di Desa Munggugebang benar-benar terkendali. Harapan kami, desa ini menjadi desa yang sehat dan terbebas dari TBC,” imbuh Zaini.  [kim.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!