28.9 C
Sidoarjo
Tuesday, October 20, 2026
spot_img

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Optimalkan Wisata Edukasi Lokal untuk KTS

Pemkot Surabaya, Bhirawa. – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) optimalkan destinasi wisata edukasi dan ruang publik di dalam kota untuk kegiatan outing class atau Kegiatan Tengah Semester (KTS).

Langkah tersebut untuk memberikan pengalaman belajar di luar kelas sekaligus mengenalkan sejarah, lingkungan, dan potensi lokal kepada siswa. Selasa, (20/10/2026)

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati mengatakan, Surabaya memiliki beragam destinasi yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran kontekstual.

Salah satunya kawasan Kota Lama Surabaya yang dapat menjadi ruang belajar sejarah sekaligus mengenalkan perkembangan kota kepada siswa.

“Jadi memang ada kurikulum yang namanya outing class atau KTS, kami mengimbau bahwa di Surabaya ini tidak kurang tempat untuk explore,” ujar Febrina,

Lanjut Febrina menjelaskan bahwa kegiatan pembelajaran di luar kelas tidak harus dilakukan dengan mengunjungi daerah lain.

“Sekolah bisa memanfaatkan sejumlah destinasi wisata edukasi dan ruang publik di Surabaya untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih menarik dan sesuai dengan materi Pelajaran, kita punya beberapa ruang atau space publik di Surabaya, ada Kota Lama, bisa di situ untuk menjadi area belajar anak-anak,” tuturnya.

Febrina mengukapkan Dispendik Surabaya telah menginstruksikan SD dan SMP negeri mengoptimalkan pelaksanaan KTS di dalam kota.

“Kami berkolaborasi dengan sejumlah perangkat daerah (PD), di antaranya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) serta Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar), guna memperluas pilihan lokasi pembelajaran bagi sekolah,” ucapnya.

Berita Terkait :  SMPN 28 Surabaya Perkuat Kampanye Anti Rokok dan Budaya ASRI Selama MPLS Ramah 2026

Febrina menyampaikan sejumlah destinasi dapat dimanfaatkan untuk kegiatan KTS seperti kawasan Kota Lama Surabaya, Kebun Raya Mangrove, dan Hutan Kota Jeruk di Lakarsantri, lokasi itu menjadi alternatif pembelajaran langsung bagi siswa untuk mengenal sejarah, keanekaragaman lingkungan, hingga potensi wisata dan pertanian di Kota Pahlawan.

Febrina berharap membuat kegiatan belajar di luar kelas lebih efektif sekaligus meningkatkan pemahaman siswa terhadap lingkungan sekitarnya, dan langkah ini mendorong sekolah untuk memaksimalkan potensi daerah sebagai bagian dari proses pendidikan.

“Masyarakat turut mengawasi pelaksanaan KTS di sekolah negeri, apabila ditemukan sekolah yang masih mengajak siswa melakukan kegiatan KTS ke luar kota, masyarakat diminta melaporkannya kepada Dispendik Surabaya,” pungkasnya. [ren.dre]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!