33.2 C
Sidoarjo
Wednesday, October 21, 2026
spot_img

DPU Bina Marga Jatim Pastikan Pembangunan Jembatan Sentong Sesuai Target

Bhirawa Surabaya – Pekerjaan pembangunan Jembatan Sentong, penghubung vital Kabupaten Bondowoso dan Jember, kian mendekati penyelesaian. Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur melalui Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Jalan dan Jembatan (UPT PJJ) Jember memastikan pengecoran lantai jembatan telah tuntas dilaksanakan pada minggu kedua di Bulan Oktober ini.

Pencapaian tersebut menjadi titik penting dalam rangkaian pembangunan jembatan pengganti yang sebelumnya ambrol pada Februari 2026. Setelah struktur utama dan lantai jembatan selesai, pekerjaan kini beralih ke bagian jalan pendekat atau oprit yang menghubungkan jembatan dengan jalan eksisting.

Koordinator Humas DPU Bina Marga Jawa Timur, Arditya Kurniansyah, menjelaskan bahwa penyelesaian pengecoran lantai jembatan menandai masuknya proyek ke tahapan konstruksi akhir.

“Alhamdulillah, pengecoran lantai Jembatan Sentong telah selesai sesuai rencana. Saat ini kami fokus menyelesaikan penimbunan jalan pendekat dan pengecoran pelat injak agar transisi antara struktur jembatan dan jalan eksisting berjalan aman serta nyaman bagi pengguna jalan,” ujar Arditya saat dikonfirmasi Bhirawa, Rabu (21/10/2026).

Ia menambahkan, tahapan tersebut tidak boleh dipercepat secara sembarangan karena menyangkut keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Pekerjaan penimbunan oprit dilakukan untuk menyesuaikan elevasi jalan dengan lantai jembatan, sementara pengecoran pelat injak menjadi dasar sebelum pekerjaan pengaspalan.

“Kami memastikan setiap tahapan dikerjakan sesuai spesifikasi teknis. Setelah penimbunan dan pelat injak selesai, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pengaspalan hingga jembatan siap berfungsi optimal,” tuturnya.

Berita Terkait :  Kemensos RI Bagikan ATENSI pada 208 Warga Penerima Manfaat di Kota Batu

Sebelumnya, DPU Bina Marga Jatim telah menyelesaikan pemasangan delapan girder beserta diafragma pada awal Oktober. Girder merupakan balok utama penopang jembatan, sedangkan diafragma berfungsi mengikat girder agar struktur lebih kaku dan stabil.

Jembatan Sentong merupakan jalur vital yang menghubungkan Bondowoso dan Jember. Jembatan lama yang berusia lebih dari satu abad ambrol pada 23 Februari 2026 setelah hujan deras berlangsung berjam-jam, sehingga akses utama kedua kabupaten harus ditutup dan kendaraan dialihkan ke jalur alternatif.

Jembatan baru dirancang lebih kokoh menggunakan konstruksi girder beton bertulang, dengan lebar 14 meter untuk meningkatkan kapasitas lalu lintas dan ruang aman pengguna jalan.

Arditya menyatakan, hingga saat ini pembangunan berjalan sesuai target dan tidak menghadapi kendala berarti. Ia berharap masyarakat, khususnya pengguna jalur Bondowoso–Jember, tetap mendukung proses penyelesaian hingga jembatan dapat beroperasi penuh.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap bersabar dan mengikuti pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi. Pembangunan Jembatan Sentong ini diharapkan segera memberikan manfaat nyata, terutama memulihkan konektivitas Bondowoso–Jember serta mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi ekonomi,” ujarnya.

Dengan penyelesaian pengecoran lantai dan lanjutan pekerjaan oprit, Jembatan Sentong diproyeksikan segera memasuki tahap pengaspalan dan penyelesaian akhir sebelum dapat dimanfaatkan masyarakat.  [aya.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!