Kab Malang, Bhirawa – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Malang, yakni hutan di wilayah Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, pada Rabu (9/9/2026) malam. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Pos Lapang Penanggulangan Bencana (PB) Penanganan Darurat Bencana Karhutla Gunung Kawinajang, di wilayah desa setempat.
Sehingga dengan kejadian Karhutla tersebut, maka Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang telah menurunkan tim operasi pemadaman darat telah kembali ke titik kumpul di Pos Lapang PB setelah melaksanakan pemantauan, pembuatan sekat bakar dan pemetaan titik api di lokasi lereng Kawinajang.
Berdasarkan hasil pemantauan luasan area yang terbakar di petak 100 kurang lebih 400 hektar. Sedangkan titik api di lereng Gunung Kawinajang masih terdapat titik-titik api kecil dengan vegetasi yang terbakar sebagian besar adalah semak belukar.
Pemadaman titik api melalui darat, kata Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan, Kamis (10/9/2026), kepada wartawan, tidak memungkinkan untuk dilakukan. Karena terhalang kabut yang cukup tebal dan lokasi titik api berada di hutan pada lereng yang sulit dijangkau oleh tim pemadaman darat. Pada malam kemarin tim gabungan penanganan darurat bencana kebakaran hutan Gunung Kawinajang akan melaksanakan pemantauan visual dari Pos Lapang PB di wilayah Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.
“Hari ini kita lakukan operasi bersama tim observer melalui Pos Lapang untuk pemetaan dan pemantauan wilayah titik api, pemantauan dari Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) 8 Surabaya,” terangnya.
Sadono melanjutkan, penanganan pemadaman api di Gunung Malang, Desa Pujon Kidul area yang terbakar seluas 500 meter. Dan personel yang kita libatkan dari BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Malang, BPBD Kota Batu, TNI, Polri, Perhutani, Pemerintah Kecamatan Pujon, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Pemerintah Desa Pandesari, Pemerintah Desa Pujon Kidul, Destana Pandesari, Basecamp Garotan, Basecamp Tepus, Basecamp Kwitang, Basecamp Bendosari, Lembaga Kemasyarakatan Desa Pujon Kidul dan, dan relawan.
“Dalam kejadian karhutla itu tidak membawa korban jiwa. Dan saat ini pihaknya masih menerima laporan dari masyarakat, assessment, dan koordinasi dengan lintas sektor. Serta pemberangkatan tim observer via Pos Lapang untuk pemetaan dan pemantauan wilayah titik api, dan pemantauan dari BPHL 8 Surabayam” jelasnya. [cyn.kt]


