Surabaya, Bhirawa – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) 2026 yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada 27–30 Agustus 2026.
Sebagai partai yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama, PKB memastikan akan berada di garda terdepan dalam menyukseskan agenda tertinggi organisasi tersebut.
Ketua DPP PKB Bidang Penguatan Organisasi, Legislatif, dan Eksekutif, Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim, menegaskan bahwa hubungan PKB dengan NU bukan sekadar hubungan politik, melainkan ikatan historis, ideologis, dan kultural yang tidak dapat dipisahkan.
Karena itu, kata Gus Halim, PKB memandang dukungan terhadap Muktamar NU sebagai bagian dari tanggung jawab moral kepada para kiai dan jutaan warga Nahdliyin di seluruh Indonesia.
“PKB sebagai partai yang dilahirkan oleh NU tentu memiliki kewajiban dan tanggung jawab yang besar terhadap warga NU di mana pun berada. Oleh karena itu, PKB dipastikan hadir dalam setiap event yang bersentuhan dengan warga NU, utamanya dalam urusan keagamaan dan urusan kesejahteraan warga NU,” ujar Gus Halim, Kamis (9/7/2026).
Siap Jalankan Arahan Para Kiai
Pria yang juga menjabat Ketua DPW PKB Jawa Timur itu menegaskan, sikap PKB dalam menghadapi Muktamar NU tidak berbeda dengan dukungan yang selama ini diberikan pada setiap agenda resmi organisasi, mulai dari Konferensi Cabang (Konfercab), Konferensi Wilayah (Konferwil), Musyawarah Nasional (Munas), hingga Konferensi Besar (Konbes).
Menurutnya, dalam seluruh agenda tersebut PKB selalu menempatkan diri sebagai mitra yang siap menjalankan arahan para ulama tanpa membawa kepentingan di luar kepentingan organisasi.
“Dalam event Muktamar NU, posisi PKB sama dengan dalam event Konfercab dan Konferwil, di mana PKB selalu siap menjalankan apa yang diperintahkan oleh para kiai dan yang diharapkan oleh warga NU,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa PKB menyerahkan sepenuhnya arah dukungan kepada keputusan dan kebijakan para kiai yang memimpin Nahdlatul Ulama.
Bukan Sekadar Politik, tapi Komitmen Sejarah
Gus Halim menilai, dukungan PKB terhadap Muktamar NU tidak boleh dimaknai sebatas kepentingan politik.
Baginya, hubungan PKB dan NU dibangun di atas sejarah panjang yang melahirkan partai tersebut sebagai wadah perjuangan politik warga Nahdliyin.
Oleh sebab itu, setiap agenda besar NU selalu menjadi perhatian PKB, baik dalam aspek keagamaan, penguatan organisasi, maupun pemberdayaan masyarakat.
“PKB akan mendukung total setiap event, baik Konfercab, Konferwil, Munas, Konbes, dan tentu Muktamar sesuai perintah para kiai dan harapan warga NU,” tandasnya.
Menurut Gus Halim, keberhasilan Muktamar NU bukan hanya menjadi keberhasilan organisasi, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkuat peran NU dalam menjaga persatuan bangsa, memperkuat moderasi beragama, serta meningkatkan kesejahteraan umat.
Muktamar NU 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, diperkirakan akan menjadi salah satu agenda keagamaan terbesar di Indonesia tahun ini. Ribuan peserta dari seluruh Indonesia diproyeksikan hadir untuk mengikuti forum yang akan menentukan arah organisasi Nahdlatul Ulama lima tahun ke depan.
Sebagai partai yang memiliki akar historis kuat dengan NU, PKB memastikan akan terus mengawal dan mendukung seluruh rangkaian pelaksanaan Muktamar sesuai arahan para kiai.
Bagi PKB, menyukseskan Muktamar NU bukan hanya bentuk loyalitas terhadap organisasi yang melahirkannya, tetapi juga bagian dari ikhtiar menjaga tradisi, nilai-nilai keislaman, serta pengabdian kepada masyarakat Nahdliyin di seluruh Indonesia. [geh.kt]


