31.7 C
Sidoarjo
Thursday, July 9, 2026
spot_img

Stabilkan Harga, Pemkab Fasilitasi Kerjasama APLS dengan Asosiasi Mitra SPPG se-Situbondo

Situbondo, Bhirawa – ​Pemkab Situbondo terus mendorong realisasi sinergi antara peternak yang tergabung dalam APLS (Asosiasi Peternak Layer Situbondo) guna untuk menstabilkan harga pangan dengan terus mengambil langkah proaktif untuk menjaga kestabilan harga dan meningkatkan produktivitas pangan lokal.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan Pemkab Situbondo adalah mempertemukan Asosiasi Peternak Layer Situbondo dengan Asosiasi SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) untuk membangun sinergi.

​Bupati Situbondo Mas Rio menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk mengatasi masalah kesenjangan kebutuhan telur di wilayahnya yang mencapai 12 ton per hari.

“Melalui kerja sama yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten, diharapkan ada kepastian pasokan dan harga bagi peternak.

​Ada berbagai poin utama dari upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Situbondo,” sebut Mas Rio.

​Sejumlah poin penting tersebut, urai Mas Rio, diantaranya Pembentukan Asosiasi Pemerintah memfasilitasi pertemuan yang melibatkan sekitar 200 peternak untuk membentuk asosiasi. “Ini dalam rangka untuk mempermudah koordinasi dan penyusunan strategi peningkatan produktivitas,” sebut Mas Rio.

​Selanjutnya, aku Mas Rio, penetapan harga dengan tujuan untuk melindungi peternak, dengan pemerintah menetapkan harga telur di angka Rp 27.500 per kilogram. “Ini disesuaikan dengan standar pemerintah pusat,” urai Mas Rio.

Disisi lain, Mas Rio juga melarang adanya broker, dengan sasaran untuk menjaga agar harga tetap stabil dan adil bagi peternak. Ya, Pemerintah Kabupaten dengan tegas melarang adanya pihak perantara (broker) yang dapat merugikan produsen,” tambahnya.

Berita Terkait :  Bupati Buka Suara Terkait Pemindahan CFD ke Jl HOS Cokroaminoto dan Jendral Sudirman Ponorogo

​Poin penting lainnya, ujar Mas Rio, yakni melakukan optimalisasi Sumber Daya Lokal. Caranya, kupasnya, Pemerintah mendorong pemanfaatan sumber daya lokal di lingkungan sekitar agar dampak ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat daerah. “Sebaliknya bukan bergantung pada pasokan luar kota,” terangnya.

​Terakhir, Mas Rio juga menyinggung tentang pengelolaan limbah. Artinya, sambung dia, terkait operasional SPPG, pemerintah menekankan perbaikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk mencegah dampak negatif bagi masyarakat. Lalu selanjutnya merencanakan kerja sama pemanfaatan limbah menjadi pupuk organik bagi para petani.

​”Implementasi kebijakan ini dijadwalkan akan dimulai pada hari Senin mendatang. Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Situbondo  berharap dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan anak muda di sektor peternakan dan sekaligus untuk menjaga ketahanan pangan daerah,” pungkas Mas Rio.  [awi.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!