31.7 C
Sidoarjo
Thursday, July 9, 2026
spot_img

KONI dan Unesa Bedah Buku Sports Intelligence untuk Tingkatkan Prestasi Olahraga Nasional

Surabaya, Bhirawa – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI Pusat) bersama Universitas Negeri Surabaya (Unesa) membedah buku “Sports Intelligence: Membangun Ekosistem Olahraga Berbasis Data Menuju Indonesia Emas 2045” di Auditorium Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), Unesa Kampus II Lidah Wetan, Surabaya.

Saat persaingan olahraga global, kemenangan sebuah negara tidak lagi sekadar ditentukan oleh adu kekuatan fisik di lapangan, tetapi sejauh mana penguasaan data dan teknologi tingkat tinggi mampu dioptimalkan, dimana pada buku  tersebut mengabungkan sports science tradisional dengan inovasi masa depan seperti artificial intelligence (AI) dan big data untuk mengejot prestasi atlet Indoensia sejak usia dini. Rabu, (8/7/2026)

Rektor Unesa, Nurhasan mengukapkan kesiapan penuh kampus jadi laboratorium riset utama dalam membumikan konsep intelijen olahraga ini.

“Era pembinaan atlet yang mengandalkan intuisi atau metode konvensional harus ditingkatkan ke level yang lebih tinggi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan, jika Indonesia ingin berbicara banyak di kancah dunia,” jelasnya.

Lanjut Nurhasan menyampaikan bahwa Unesa berkomitmen penuh mendukung KONI Pusat untuk melahirkan ekosistem olahraga nasional yang modern dan berbasis data ilmiah, Sports Intelligence ini jawaban atas tantangan masa depan.

Nurhasan mengatakan pendekatan berbasis data jadi referensi wajib pengambil kebijakan, pelatih, sampai mahasiswa supaya fondasi olahraga nasional semakin solid dan berkelanjutan.

Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman menjelaskan buku Sports Intelligence diposisikan sebagai “otak strategis” baru mengawinkan sports science tradisional dengan inovasi masa depan seperti artificial intelligence (AI) dan big data untuk dongkrak prestasi atlet tanah air secara terukur sejak usia dini.

Berita Terkait :  Pemkot Mojokerto Raih Penghargaan Anugrah Merdeka Belajar dari Kemendikbudristek

“Transformasi yang diupayakan dan didorong melalui buku tersebut menjadi pilar penting untuk menyukseskan target ambisius Indonesia menembus posisi 10 besar Olimpiade 2032 dan 5 besar pada tahun 2044,” ucapnya.

Marciano menmabhakan bertindak sebagai agregator data komprehensif merekam medis, profil fisik, sampai teknik atlet, dan menjadi garda terdepan dalam melindungi integritas olahraga dari ancaman pengaturan skor (match-fixing) dan doping.

“KONI Pusat bersama jajaran daerah dan induk organisasi cabang olahraga, memposisikan diri sebagai tulang punggung operasional (operational backbone) dalam implementasi ini,” ungkapnya.

Pada sesi bedah naskah bersama ketiga penulis, yaitu Eman Sungkowo, S.H., M.H., CGCAE.; Syarif Hidayat, S.Sos., M.Si.; dan Jerry Indrawan, M.Si., dijelaskan bahwa adopsi Iptek dan data analitik adalah keniscayaan di tengah dinamika global yang kompetitif.

Eman Sungkowo menceritakan mengeksekusi gagasan besar tersebut, dirancang sebuah alur pikir strategis melalui “Siklus Intelijen Olahraga” mencakup tahap perencanaan, pengumpulan bahan keterangan baik melalui Human Intelligence (HUMINT) maupun Open Source Intelligence (OSINT), hingga analisis mendalam.

“Melalui siklus komprehensif dievaluasi secara real-time, ekosistem olahraga nasional bisa secara akurat memetakan kekuatan, kelemahan, dan manuver lawan di berbagai kejuaraan, sampai melahirkan taktik jitu bermuara pada kejayaan industri dan prestasi olahraga Indonesia,” pungkasnya.  [ren.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!