Kab Blitar, Bhirawa
Pladu atau Flushing yakni kegiatan tahunan pengurasan dan pembukaan pintu air di Bendungan Wlingi untuk membersihkan sedimen lumpur, yang dilakukan PLTA Jegu Wlingi Raya menyebabkan tiga orang pencari ikan hanyut di Sungai Brantas Jegu Kabupaten Blitar, Senin (18/5) lalu.
Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Blitar, flushing yang dilakukan PLTA Jegu Wlingi Raya menyebabkan banyak ikan terdampar di aliran Sungai, akibat dari kondisi ini kemudian memicu warga berdatangan untuk mencari ikan di Sungai Brantas ini.
”Dalam kejadian pertama, seorang warga bernama Isnaini, warga Kecamatan Kesamben, dilaporkan terseret arus Sungai Brantas dan hingga kini masih dalam proses pencarian tim gabungan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi.
Wahyudi menjelaskan, pada kejadian kedua, Badi’, warga Kecamatan Selopuro, juga sempat terbawa arus namun berhasil menyelamatkan diri, setelah kejadian yang bersangkutan diamankan dan dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
”Pada kejadian ketiga di lokasi berbeda yakni Kedung Ketek Jegu, warga bernama Yasmani, warga Kecamatan Kanigoro, juga sempat hanyut akibat kelelahan saat berada di sungai. Namun korban berhasil diselamatkan warga sekitar dan kemudian dipulangkan oleh perangkat desa setempat,” jelasnya.
Atas kejadian ini, Wahyud mengatakan, BPBD Kabupaten Blitar telah menerjunkan Tim Gabungan untuk melakukan penanganan di lokasi, pihak BPBD telah melakukan assessment, berkoordinasi dengan unsur terkait, serta melaporkan perkembangan kepada pimpinan.
”Kini masih ada satu korban masih dalam pencarian, dan proses pencarian masih dilakukan oleh tim gabungan dengan kondisi cuaca di lokasi terpantau cerah,” tandasnya. [htn.fen]


