29.6 C
Sidoarjo
Tuesday, May 19, 2026
spot_img

Genjot Literasi Sejak Dini, Pemkot Pasuruan Wadahi Penulis Cilik lewat FLS3N


Pasuruan, Bhirawa
Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan kian agresif memperluas ruang kreativitas demi menggenjot budaya literasi di kalangan pelajar. Menyadari bahwa kemampuan membaca dan menulis adalah fondasi karakter generasi masa depan, ruang-ruang kompetisi terus dibuka lebar guna menjaring potensi-potensi terpendam sejak dini.

Komitmen itu tekesan kuat dalam gelaran Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kota Pasuruan yang dihelat di Gedung MCC Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan, Selasa (19/5). Suasana kompetisi berlangsung kompetitif sekaligus kreatif.

Satu di antara cabang lomba yang paling menyedot perhatian adalah Lomba Menulis Cerita. Sebanyak 15 penulis cilik berbakat perwakilan dari berbagai SD di Kota Pasuruan saling adu gagasan.

Mereka ditantang mengemas ide kreatif ke dalam sebuah tulisan yang bertumpu pada tema ‘Menjaga Bumi, Aku dan Pahlawan serta Merawat Budaya dan Tradisi’

Hadir langsung di tengah-tengah peserta, Ibunda Guru Indonesia Kota Pasuruan Suryani Firdaus Adi Wibowo. Perempuan yang karib disapa Bunda Ani itu didapuk menjadi juri kehormatan. Kehadirannya tidak sekadar menilai di atas kertas, namun juga meninjau langsung meja-meja kompetisi demi memberikan suntikan motivasi kepada para peserta.

Menurut Bunda Ani, menulis adalah katup pelepasan imajinasi anak yang sangat positif. Ajang seperti FLS3N ini dinilai menjadi wadah yang sangat strategis untuk melatih mental bertanding sekaligus memperkuat literasi dasar sejak dini.

Berita Terkait :  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang Tekankan Sinkronisasi Program SD Tahun 2026

“Selain melatih kemampuan menulis, kegiatan ini juga diharapkan dapat menambah semangat literasi anak-anak ke depan. Semua peserta hebat, karena bisa mewakili sekolah saja sudah menjadi pencapaian yang luar biasa,” puji Bunda Ani saat memotivasi para peserta di sela-sela perlombaan.

Istri Wali Kota Pasuruan itu juga menegaskan, esensi dari sebuah kompetisi anak-anak bukan sekadar menang atau kalah. Baginya, 15 siswa yang berhasil berdiri dan menumpahkan ide dalam bentuk karya tulis tersebut sejatinya sudah menjadi pemenang yang sesungguhnya. Mereka telah berhasil mengalahkan rasa tidak percaya diri dan berani menunjukkan potensi terbaiknya.

Di sisi lain, Bunda Ani juga melempar pesan kuat kepada para pendidik. Dia mendorong agar para guru di sekolah tidak lelah berinovasi dalam memantik minat baca dan tulis anak didik mereka. Ekosistem literasi yang baik, harus dimulai dari pembiasaan sehari-hari di ruang kelas.

“Untuk bapak dan ibu guru, mari terus mengembangkan budaya literasi di sekolah. Tingkatkan kebiasaan membaca dan menulis anak-anak, sehingga ke depan mereka dapat mengikuti berbagai lomba di tingkat yang lebih luas. Anak-anak memiliki potensi yang sangat luar biasa,” tegas wanita berlatar belakang ilmu komunikasi tersebut.

Acara yang berlangsung gayeng ini ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan kepada para pemenang. Penghargaan itu menjadi bukti apresiasi pemkot atas kreativitas, kerja keras, dan dedikasi para peserta.

Berita Terkait :  Gubernur Ajak Masyarakat Bangkitkan Semangat Literasi

“Dari ajang ini, kami optimistis bakal lahir gelombang generasi muda baru yang tidak hanya gemar membaca dan aktif menulis, tapu juga mampu menelurkan karya-karya inspiratif yang dapat membanggakan Kota Pasuruan di kancah yang lebih tinggi,” imbuh Bunda Ani. [hil.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!