Surabaya, Bhirawa
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya menunggu hasil laboratorium sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menjadi penyebab keracunan massal ratusan siswa di Kecamatan Bubutan, Surabaya.
Keracunan sedikitnya 210 siswa dari jenjang TK, SD hingga SMP mengalami keracunan usai menyantap menu MBG 1 minggu lalu, dimana para korban kemudian menjalani penanganan medis di Puskesmas Tembok Dukuh dan RSIA IBI Surabaya, setelah itu di ambil sampel untuk melakukan uji lab oleh Dinkes Surabaya. Selasa, (19/5/2026)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh menjelaskan sampai hari ini hasil pemeriksaan laboratorium belum diterima pihaknya.
“Belum, harusnya sekarang (hari ini keluar hasil lab sampel MBG),” jelas dr. Billy saat dikonfirmasi.
Menu MBG dikonsumsi para siswa berasal dari dapur SPPG Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan. Adapun menu yang disajikan saat itu meliputi nasi putih, daging krengsengan, tahu goreng, tumis sayur, dan potongan jeruk. Dimana Mayoritas siswa mengalami gejala pusing, mual, muntah hingga diare setelah mengonsumsi makanan tersebut.
Lanjut dr. Billy mengukapkan bahwa pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti keracunan sebelum hasil uji laboratorium keluar, sampel makanan kini tengah diperiksa di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLABKESMAS) Surabaya, kawasan Karang Menjangan.
“Masih menunggu hasilnya ya, diuji di laboratorium Kemenkes daerah Karang Menjangan. Hasilnya lima sampai tujuh hari sejak sampel diserahkan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Tembok Dukuh, Chafi Alida Najla menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh siswa dan guru yang atas insiden tersebut.
“Kami mengucapkan maaf sebesar-besarnya kepada pihak yang terdampak, kepada siswa dan guru yang keracunan makanan kami, kami akan bertanggung jawab penuh terhadap pengobatan,” ujarnya.
Chafi menambahkan bahan makanan yang digunakan dalam kondisi segar dan proses pengolahan hingga penyajian telah mengikuti prosedur yang berlaku dari Badan Gizi Nasional (BGN). [ren.kt]


