Kab Malang, Bhirawa
Proyek rehabilitasi jalur Gondanglegi–Balekambang, Kabupaten Malang senilai Rp339 miliar belum dapat dikerjakan secara maksimal. Berdasarkan data dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, pengerjaan fisik masih terkendala proses pembebasan lahan yang belum tuntas sepenuhnya.
Hingga saat ini tercatat sebanyak 222 bidang tanah di sepanjang jalur proyek belum berhasil dibebaskan. Hal ini terjadi karena sebagian pemilik lahan masih menolak nilai ganti rugi atau ganti untung yang ditawarkan oleh tim penilai independen (appraisal).
Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat penyelesaian proyek jalan utama menuju kawasan wisata Pantai Malang Selatan, Kabupaten Malang. Jika persoalan pembebasan lahan tidak segera terselesaikan, target penyelesaian proyek dikhawatirkan akan kembali mengalami keterlambatan dari jadwal yang telah ditentukan. Sedangkan proyek rehabilitasi jalan sepanjang 30,4 kilometer (km), mulai dikerjakan sejak Oktober 2024, yang dilaksanakan dalam dua tahap pengerjaan.
Jalur tersebut, kata Khairul Isnaidi Kusuma, Selasa (19/5), kepada wartawan, yakni merupakan akses strategis yang menghubungkan wilayah Gondanglegi langsung dengan destinasi wisata Pantai Balekambang, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Saat ini, kendala penyelesaian proyek rehabilitasi jalur Gondanglegi–Balekambang yakni pembebasan lahan. Karena warga pemilik lahan yang menolak nilai ganti rugi belum memberikan respons, terutama terkait nominal yang diharapkan pemilik lahan.
Untuk mengatasi keterlambatan progres proyek tersebut, maka pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kini menggandeng Pemkab Malang untuk mempercepat proses mediasi dan pembebasan lahan.
“Langkah kolaboratif ini diambil agar pengerjaan fisik di lapangan dapat kembali berjalan sesuai target. Selain mendukung konektivitas kawasan wisata Pantai Malang Selatan. Sehingga proyek infrastruktur itu diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas mobilitas masyarakat lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi secara signifikan di wilayah Malang Selatan,” tutur Khairul. [cyn.kt]


