31 C
Sidoarjo
Thursday, May 14, 2026
spot_img

Gubernur Khofifah Sebut Hilirisasi Program SIKAP Sudah Naik Kelas

Tulungagung, Bhirawa

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, bangga dengan hilirisasi program Sekolah Inovasi Ketahan Pangan (SIKAP) SMA/SMK yang menunjukkan hasil positif. Bahkan disebutkannya sudah naik kelas ke tingkat nasional seperti yang dilaksanakan SMKN 1 Tulungagung.

“Rasanya sekolah ini ikut naik kelas karena produknya sudah ada di mana-mana. Waktu ada pertemuan di hotel bintang lima, salah satu produknya juga dipamerkan di sana,” ujarnya saat acara peresmian revitalisasi dan rehabilitasi sarana dan prasarana SMA/SMK dan SLB Negeri dan Swasta Wilayah Tulungagung dan Trenggalek serta Panen dan Penebaran Benih Program SiKAP di SMKN 1 Tulungagung, Kamis (14/5).

Ia bangga produk yang dihasilkan siswa SMKN 1 Tulungagung kini mulai dikenal luas. Termasuk tampil dalam kegiatan besar dan agenda yang digelar Bank Indonesia di hotel berbintang.

Sebelumnya Gubernur Khofifah mengagumi olahan kulit patin yang diproduksi sekolah SMKN agrobisnis dan agroteknologi satu-satunya di Jatim itu. Menurut dia, pengolahan produk kulit ikan patin  menjadi salah satu contoh nyata bagaimana dunia pendidikan mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus membangun jiwa wirausaha siswa sejak dini.

“Unit-unit seperti ini memang kecil, tapi sangat penting untuk melatih anak didik menyiapkan masa depan melalui usaha yang mendukung ketahanan pangan nasional,” paparnya.

Bahkan Gubernur Khofifah menilai produk olahan kulit ikan patin memiliki peluang besar menembus pasar nasional dan internasional. Caranya dengan menerapkan teknologi pengolahan yang tepat dan standar higienitas yang baik.

Berita Terkait :  Haornas XLI 2024 Provinsi Jatim, Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono Berikan Penghargaan OPD, BUMD dan Insan Olahraga

Lantas ia bercerita tentang produk camilan kulit ikan di Singapura yang laris dan diminati masyarakat karena dikemas modern dan berkualitas.

“Suatu saat saya lihat di Bandara Singapura orang antre membeli produk kulit ikan campur telur asin. Ini peluang besar. Nanti kita siapkan teknologi tepat guna seperti vacuum frying supaya hasil gorengannya matang merata, tidak gosong, tidak mentah dan lebih higienis,” jelasnya.

Perempuan berjilbab ini berjanji akan memberikan alat vacuum frying pada SMKN 1 Tulungagung. Harapannya produk olahan kulit ikan patin mereka dapat lebih bersaing di tingkat nasional dan internasional.

“Yang penting lagi menjaga kualitas produk tanpa bahan pengawet dan memastikan standar pengolahan tetap terjaga agar produk UMKM sekolah mampu bersaing di pasar luas. Kalau nanti produksinya semakin besar dan pemasarannya bagus, sudah saatnya hilirisasi produk SiKAP ini naik kelas hingga nasional bahkan internasional,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai membeberkan dalam kunjungannya ke SMKN 1 Tulungagung, Gubernur Khofifah meresmikan revitalisasi dan rehabilitasi 44 lembaga sekolah dengan total anggaran mencapai Rp46,9 miliar. Rinciannya, 20 lembaga di Tulungagung, 11 lembaga di Trenggalek dan 13 lembaga di Pacitan.

Ia menjelaskan revitalisasi tersebut bukan hanya pembangunan fisik, melainkan juga penguatan seluruh ekosistem pendidikan seperti laboratorium, ruang praktik, perpustakaan, ruang OSIS, tempat ibadah hingga toilet.

Berita Terkait :  Bahlil Lahadalia Jabat Ketua Umum Partai Golkar

“SMK memang membutuhkan ruang praktik yang layak agar siswa lebih siap menghadapi dunia kerja maupun berwirausaha,” katanya.

Selanjutnya Aries mengungkapkan pula ada 97 sekolah pelaksana program SiKAP di wilayah Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan. Program itu mendorong siswa belajar bercocok tanam, beternak, memelihara ikan hingga mengembangkan usaha mandiri.

“Pendidikan harus menghasilkan keterampilan hidup. Karena itu anak-anak tidak hanya belajar teori, tapi juga praktik dan wirausaha,” ucapnya.

Sedang Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, yang ikut dalam kunjungan ke SMKN 1 Tulungagung menyatakan dukungannya pada pengembangan sekolah di Tulungagung. Ia pun berharap sekolah utamanya SMK dapat men menghasilkan lulusan yang tidak hanya siap berkontribusi dalam dunia kerja namun juga untuk membuka lapangan usaha.

“Ini wujud dukungan nyata Pemprov Jatim dalam mengembangkan pendidikan di Tulungagung, tentu kami sangat mengapresiasi hal ini,” ucapnya. [wed.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!