Kota Pasuruan, Bhirawa
Gelombang informasi yang tidak terverifikasi kembali menguji ketenangan publik. Di tengah dinamika pasar energi dunia yang belum menentu, kabar mengenai rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menyeruak di jagat maya, memicu keresahan di lapisan masyarakat bawah.
Pemerintah dan otoritas daerah pun bergerak cepat untuk meredam potensi kepanikan. Isu yang beredar luas di media sosial sejak Selasa (31/3) pagi itu mengeklaim bahwa pemerintah akan menyesuaikan harga BBM subsidi tepat pada pukul 00.00 WIB, Rabu (1/4).
Narasi tersebut berkelindan dengan kekhawatiran masyarakat terhadap isu krisis energi global yang kian sering menghiasi ruang publik.
Menanggapi fenomena tersebut, anggota DPRD Kota Pasuruan, Muhammad Munif, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terjebak dalam pusaran informasi yang menyesatkan.
Menurutnya, penyaringan informasi menjadi krusial agar tidak tercipta dampak psikologis massa yang merugikan, seperti aksi borong atau panic buying.
“Menanggapi berbagai wacana yang beredar di media sosial mengenai krisis energi dan isu kenaikan harga BBM subsidi, saya mengajak masyarakat untuk tetap tenang serta menyaring informasi dengan bijak,” tegas Muhammad Munif, Selasa (31/3).
Politikus dari Fraksi Partai Golkar tersebut menegaskan, hingga saat ini kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih tetap konsisten.
Berdasarkan konfirmasi otoritas terkait, tidak ada kenaikan harga untuk jenis BBM penugasan. Harga Pertalite dipastikan bertahan di angka Rp10.000 per liter, sementara Bio Solar tetap dibanderol Rp6.800 per liter.
“Berdasarkan keterangan resmi dari Kementerian ESDM menyatakan tidak ada kenaikan harga BBM subsidi. Harga tetap normal dan stok dipastikan aman,” papar Muhammad Munif.
Kendati harga subsidi dipastikan stabil, Munif tidak menampik adanya fluktuasi pada kategori BBM non-subsidi. Hal ini, menurut Munif, merupakan konsekuensi logis dari pergerakan harga minyak mentah di pasar internasional.
Namun, pihaknya enggarisbawahi bahwa posisi harga energi di Indonesia masih tergolong kompetitif jika dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan ASEAN.
Di sisi lain, pemerintah pusat saat ini juga tengah mematangkan kebijakan efisiensi energi nasional. Langkah strategis ini diambil sebagai instrumen untuk menekan dampak krisis global agar tidak langsung menggerus daya beli masyarakat luas.
Lebih jauh, Munif menekankan pentingnya menjaga stabilitas daerah. Di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian, persatuan dan kepercayaan terhadap informasi resmi pemerintah menjadi modal sosial yang penting.
“Mari kita jaga situasi Kota Pasuruan tetap kondusif, produktif dan damai. Krisis global memang nyata, tetapi dengan kebijakan yang tepat dan persatuan, kita bisa melaluinya,” papar Muhammad Munif.
Hingga berita ini diturunkan, pantauan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Pasuruan menunjukkan aktivitas yang relatif normal.
Masyarakat diharapkan tetap merujuk pada kanal informasi resmi untuk menghindari spekulasi yang dapat mengganggu ketertiban umum. [hil.dre]


