29.5 C
Sidoarjo
Saturday, May 16, 2026
spot_img

Museum Marsinah Resmi Dibuka: Warisan Perjuangan Buruh yang Menjadi Magnet Wisata Edukatif dan Penggerak Ekonomi Lokal

Nganjuk, Bhirawa

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto saat peresmian dan peninjauan Museum Pahlawan Nasional Pejuang Buruh Ibu Marsinah serta Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5).

Museum itu berdiri di samping rumah masa kecil Marsinah dan menjadi bagian dari kawasan ziarah yang diharapkan tumbuh sebagai destinasi wisata edukasi tentang perjuangan hak asasi manusia sekaligus pemicu bangkitnya ekonomi masyarakat setempat.

Gubernur Khofifah memberi apresiasi atas penataan dan manajemen museum yang menurutnya mampu menyajikan rekam jejak perjuangan seorang pahlawan nasional perempuan yang memperjuangkan hak-hak buruh. “Alhamdulillah, isinya bagus dan tertata indah dan rapi. Di dalam kita bisa melihat berbagai dokumentasi perjuangan Ibu Marsinah, baik foto, kliping koran asli juga pakaian yang dipakainya sebelum jasadnya ditemukan dan sebagainya,” katanya.

Ia menambahkan bahwa museum menghadirkan diorama yang merekonstruksi situasi yang dihadapi buruh pada era 1990-an, sehingga pengunjung dapat menapaki jejak perjuangan buruh saat itu.

“Bahkan, museum beliau ini juga menampilkan diorama situasi yang dihadapi buruh tahun 1990-an. Jadi kita bisa napqk tilas bagaimana perjuangan buruh saat itu,” lanjut Gubernur Khofifah.

Lebih jauh, Khofifah memuji kesiapan lingkungan sekitar dalam mendukung keberadaan museum sehingga diharapkan dapat menjadi destinasi edukatif baru yang turut membangkitkan perekonomian Nganjuk.

“Pada tahun 2026 Di Desa Nglundo ini sudah di-SK-kan Desa wisata oleh Bupati Nganjuk, bahkan sudah terbentuk Pokdarwis dan mulai aktif mengelola desa wisatanya. Insya Allah, ini akan semakin menunjang Museum ini dan menjadi amal jariyah Mbak Marsinah yang merupakan sosok Pahlawan Nasional Pejuang Buruh. Bahwa bahkan setelah tiada, beliau tetap membawa manfaat untuk masyarakat,” jelasnya.

Berita Terkait :  Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp7,6 Miliar dan Tinjau Pasar Murah di Gresik

Pembangunan museum dibiayai melalui donasi buruh dari berbagai daerah di Indonesia serta dukungan keuangan dari organisasi independen Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI). Pengelolaan museum akan berada di bawah Yayasan KSPSI dengan konsep penataan yang mengadopsi gaya Museum Galeri Nasional Singapura.

Khofifah berharap jejak keberanian dan kegigihan Marsinah dalam menegakkan keadilan bisa menginspirasi banyak orang. “Kita tentu berharap perjuangan, keberanian, dan kegigihan untuk menegakkan keadilan dari seorang Mbak Marsinah bisa menginspirasi lebih banyak orang. Dengan adanya Museum Pahlawan Nasional Pejuang Buruh Ibu Marsinah ini, insya Allah jejak beliau tidak akan pudar,” pungkasnya.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa museum ini menjadi pengingat bagi generasi muda bahwa proses mendirikan sebuah negara memerlukan usaha panjang penuh tantangan.

“Ini peristiwa langka. Saya kira museum ini didirikan sebagai lambang dan simbol dan tonggak peringatan untuk memperingati keberanian seorang pejuang muda perempuan yang berjuang untuk hak-hak kaum buruh,” ujarnya.

Presiden menekankan bahwa perjuangan Marsinah merupakan simbol bagi mereka yang berada di pihak yang lemah. “Perjuangan tersebut adalah lambang dari perjuangan mereka yang berada di pihak yang lemah. Orang miskin yang tidak punya kekuasaan, yang tidak punya kekuatan,” imbuh Presiden Prabowo.

Lebih jauh, ia menyatakan bahwa jika falsafah Pancasila dipahami lebih dalam, peristiwa nahas yang menimpa Marsinah mungkin tidak akan terjadi.

Berita Terkait :  Probolinggo-Situbondo Dihantam Banjir Bandang, Total 15 Kecamatan Terdampak

“Sesungguhnya peristiwa Marsinah yang dibunuh secara keji karena memperjuangkan kaum buruh pabrik, sesungguhnya sama sekali tidak perlu terjadi karena negara kita didirikan atas falsafah dasar Pancasila. Itu adalah kecemerlangan para pendiri bangsa kita. Buruh adalah anak-anak bangsa, nelayan adalah anak-anak bangsa, semuanya anak-anak bangsa. Pejabat hanya petugas yang penerima mandat,” tuturnya.

Presiden Prabowo juga menyampaikan komitmen perbaikan, dan menyebut bahwa salah satu langkah awal yang telah diambil adalah pengukuhan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional.

“Alhamdulillah ini terjadi di masa lalu, dan kita perbaiki. Saya bersyukur, saya mendapat kehormatan pada saat saya jadi presiden, ketika kawan-kawan buruh datang ke saya, minta kenapa tidak ada pahlawan nasional dari buruh,” ujar Presiden Prabowo.

“Dan mereka kembali ke saya, mereka satu suara, semua organisasi buruh sepakat Ibu Marsinah sebagai pahlawan nasional. Dan saya mendapat kehormatan untuk menjadikannya sebagai pahlawan nasional,” ungkapnya menambahkan.

Acara peresmian dihadiri antara lain Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, Sekjen ITUC Shoya Yoshida, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, keluarga Marsinah, serta massa buruh dari berbagai wilayah di Jawa Timur. [aya.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!