30.2 C
Sidoarjo
Friday, May 15, 2026
spot_img

Mentan Amran: Dunia Akui Swasembada Pangan Indonesia, Kabupaten Nganjuk Jadi Pilar Strategis Nasional

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menghadiri Panen Raya Kedelai di Kabupaten Nganjuk, Jumat (15/05/2026).

Pemkab Nganjuk, Bhirawa.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia dalam mewujudkan swasembada pangan kini telah mendapatkan pengakuan dan penghormatan dari dunia internasional.

Hal tersebut disampaikan Mentan dalam acara Panen Raya Kedelai di Kabupaten Nganjuk, yang menjadi bukti nyata sinergi kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan TNI dalam mengawal kedaulatan pangan nasional.

Dalam sambutannya, Mentan Amran mengungkapkan bahwa kepemimpinan Presiden Republik Indonesia dalam sektor pangan sangat disegani oleh negara-negara lain. Indonesia dinilai berhasil mencapai swasembada dalam waktu singkat, bahkan kini mulai melakukan ekspor komoditas seperti jagung, serta menerima permintaan pembelian beras dari negara tetangga seperti Malaysia.

Indonesia menerima pengakuan dan penghargaan dari Food and Agriculture Organization (FAO). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi signifikan Indonesia terhadap ketahanan pangan global.

“Wajah pangan kita sekarang sangat terhormat di mata dunia karena kita mampu swasembada pangan kembali,” ujar Mentan di hadapan para petani dan pejabat tinggi TNI.

Ia menambahkan, jika gerakan tanam kedelai nasional bisa diperluas hingga satu juta hektar, Indonesia dipastikan tidak akan lagi melakukan impor kedelai.

Tercapainya swasembada pangan didukung langkah peningkatan produksi yang masif dan terintegrasi. Melalui intensifikasi, pemerintah memperkuat benih unggul, pompanisasi, optimasi lahan, irigasi, modernisasi pertanian, serta peremajaan alsintan, sementara dari sisi ekstensifikasi pemerintah mempercepat cetak sawah baru.

Berita Terkait :  Pemkot Batu Buktikan Layanan Transparan Akuntabel

Kabupaten Nganjuk sendiri memiliki peran vital dengan luas lahan baku sawah mencapai 46.900 hektar. Sebagai lumbung pangan yang memiliki produktivitas kedelai di atas 2 ton per hektar melampaui rata-rata nasional hal  tersebut  menempatkan Nganjuk menjadi daerah yang sangat strategis.

Mengingat peran strategis tersebut, penataan ruang di Kabupaten Nganjuk diharapkan tetap mempertahankan jati diri daerah sebagai kawasan agraris. Fokus pemerintah daerah saat ini adalah mengubah paradigma “petani pekerja” menjadi “petani pengusaha” melalui digitalisasi dan teknologi.

Sejalan dengan visi kedaulatan pangan, ekspansi industri atau pabrik yang masuk ke wilayah Nganjuk idealnya merupakan industri yang menyokong sektor pertanian, seperti industri pengolahan hasil panen atau pabrik alat mesin pertanian.

Hal ini penting agar industrialisasi tidak menggerus lahan produktif, melainkan justru memberikan nilai tambah bagi hasil bumi lokal dan memperkuat posisi Nganjuk di tingkat nasional.

Sebagai bentuk dukungan konkret bagi petani Nganjuk, Kementan juga telah memberikan bantuan alsintan tambahan serta memfasilitasi benih gratis untuk 2.000 hektar lahan guna memastikan keberlanjutan produksi pangan di masa depan.(end.hel).

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!