Surabaya, Bhirawa
Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kembali meneguhkan komitmennya dalam menjalankan pilar ketiga Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Pada upacara resmi yang berlangsung khidmat, Rektor Untag Surabaya, Suharjo, secara resmi melepas mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Non-Reguler untuk Semester Genap 2025/2026, Sabtu (16/5).
Dalam pengarahannya, Rektor Untag Surabaya, Hardjo Seputro, memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya menjaga integritas dan moralitas selama menjalankan program di lapangan. Rektor menginstruksikan dengan tegas agar seluruh mahasiswa membawa dan menjaga nama baik Untag Surabaya dengan penuh tanggung jawab.
“Kampus Untag Surabaya yang dikenal sebagai “Kampus Merah Putih” memiliki reputasi besar yang harus selalu dijaga melalui perilaku, tutur kata, dan program kerja yang bermanfaat bagi warga setempat.
Kalian adalah representasi hidup dari nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme Untag Surabaya di mata masyarakat,” ujar Rektor di hadapan para peserta KKN.
Selain menjaga reputasi institusi, Hardjo Seputro juga memberikan nasihat mendalam mengenai pentingnya kecerdasan emosional dan sosial. Beliau berpesan agar para mahasiswa, harus pandai-pandai membawa diri di lingkungan baru. Menghormati adat istiadat setempat, mematuhi norma sosial yang berlaku, serta mampu memposisikan diri dengan sopan adalah kunci utama keberhasilan program pengabdian. Kemampuan beradaptasi dan berkomunikasi dengan tokoh masyarakat, perangkat desa, serta warga lokal akan menentukan seberapa baik program kerja kelompok dapat diterima dan didukung oleh masyarakat sekitar.
Sebelumnya, Ketua LPPM Untag Surabaya, Prof. Slamet Riyadi, juga memberikan pembekalan mendalam yang menyentuh sisi spiritual dan dampak jangka panjang dari kegiatan pengabdian ini. Prof. Slamet Riyadi mengingatkan bahwa KKN bukan sekadar syarat kelulusan akademik atau kegiatan formalitas pengisian Satuan Kredit Semester (SKS. Lebih dari itu, KKN adalah sebuah ladang pengabdian yang memiliki konsekuensi moral dan spiritual yang besar bagi masa depan mahasiswa itu sendiri.
Prof. Slamet Riyadi menekankan bahwa setiap aktivitas positif, solusi program kerja, bantuan tenaga, dan ilmu yang ditularkan secara ikhlas oleh mahasiswa kepada masyarakat bisa menjadi amal jariah yang pahalanya terus mengalir.
Ditemui di tempat acara, salah seorang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Wahyu Kuncoro, ST.M.Med.Kom menjelaskan pelaksanaan KKN Non-Reguler Semester Genap 2025 ini dirancang secara khusus untuk mengakomodasi mahasiswa yang memiliki keterbatasan waktu harian, seperti mahasiswa pekerja, namun tetap memiliki semangat pengabdian yang tinggi. Dengan sebaran di 8 kelurahan dan 4 kecamatan, 12 kelompok yang diterjunkan ini mengusung berbagai tema program kerja unggulan. Tema-tema tersebut meliputi digitalisasi administrasi pelayanan publik, pengembangan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), penguatan ketahanan pangan keluarga, hingga program penataan lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan.
Program KKN Non-Reguler yang menerjukan 12 kelompok ini difokuskan pada wilayah perkotaan di Surabaya, dengan sebaran yang mencakup 8 kelurahan tersebar dalam wilayah 4 kecamatan yakni Kecamatan Semampir, Gubeng, Sukolilo dan Bubutan.
Pelepasan ditandai dengan penyematan atribut KKN secara simbolis oleh jajaran rektorat kepada perwakilan mahasiswa. Acara ini dihadiri oleh jajaran dosen pembimbing lapangan (DPL), serta pengurus Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Untag Surabaya. Momentum ini menjadi awal langkah nyata bagi para mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang telah mereka pelajari di bangku kuliah langsung ke tengah-tengah dinamika kehidupan masyarakat. [why]


