32.4 C
Sidoarjo
Saturday, May 16, 2026
spot_img

Puluhan Sopir Ambulance Ikuti Pelatihan Kompetensi dalam Pelayanan Kegawatdaruratan

Kab Malang, Bhirawa

Dalam upaya mengoptimalkan pelayanan kesehatan pra rumah sakit dan menekan angka fatalitas korban kecelakaan di jalan raya, maka puluhan sopir ambulance se-Kabupaten Malang mengikuti kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kompetensi Sopir Ambulance dalam Pelayanan Kegawatdaruratan, yang diselenggarakan di Jalan Raya  Jatirejoyoso, Desa Dawuhan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, pada Sabtu (16/5). 

Kegiatan strategis tersebut diinisiasi untuk memberikan pembekalan mendalam bagi para pengemudi ambulance, baik dari instansi puskesmas, rumah sakit, maupun komunitas relawan. Mengingat peran mereka sebagai garda terdepan dalam rantai penyelamatan medis, yang fokus pada Keterampilan Medis Dasar dan Keselamatan di Jalan.

Selama pelatihan, para peserta tidak hanya dituntut untuk mahir dalam mengemudi dengan cepat, tetapi juga diberikan pemahaman mendalam mengenai aspek keselamatan dan penanganan medis darurat.

Beberapa materi inti yang diberikan oleh para narasumber yakni meliputi Bantuan Hidup Dasar (BHD), keterampilan untuk memberikan pertolongan pertama pada pasien kritis atau korban kecelakaan sebelum tiba di rumah sakit. Protokol Ambulance dan Etika Berkendara, untuk memberikan edukasi mengenai hak dan kewajiban pengemudi ambulance di jalan raya guna menghindari risiko kecelakaan lalu lintas saat membawa pasien.

Selain itu juga, para pengemudi juga diberikan pemahaman Prosedur Komunikasi Efektif atau pola koordinasi yang cepat dan tepat antara pengemudi, tim medis, dan pihak rumah sakit tujuan.

Berita Terkait :  Dishub Kota Surabaya Jelaskan Kronologi Insiden Feeder Wira Wiri

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Hj Jajuk Rendra Kresna sebagai Keynote Speaker dalam acara sosialisasi Peningkatan Kompetensi Sopir Ambulance dalam Pelayanan Kegawatdaruratan menyampaikan, bahwa sosialisasi yang diberikan para pengemudi ambulance, hal ini untuk menekan angka fatalitas korban kecelakaan di jalan raya. Dan juga ditekankan dalam penanganan yang salah pada menit-menit awal (the golden hour) dapat berakibat fatal bagi keselamatan pasien.

Oleh karena itu, registrasi, pembinaan, dan pelatihan seperti ini dirancang agar para sopir ambulance memiliki kompetensi yang seragam, terukur, dan profesional.

Menurutnya, penyedia mobil ambulance baik dari pemerintah daerah, rumah sakit maupun dari relawan, tentunya harus sinergi dengan Dinas Kesehatan dan Kepolisian, karena itu adalah kunci utama untuk menciptakan ekosistem pelayanan kegawatdaruratan yang ideal di Kabupaten Malang.

“Tanpa adanya integrasi, akan berpotensi keterlambatan penanganan atau bahkan resiko kecelakaan di jalan raya saat merespons situasi darurat akan semakin tinggi. Diharapkan agar pelayanan kegawatdaruratan di wilayah Kabupaten Malang dapat berjalan lebih responsif, aman, dan memprioritaskan keselamatan berkendara (defensive driving),” ujarnya. [cyn.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!