29 C
Sidoarjo
Tuesday, July 21, 2026
spot_img

Waspadai Bediding, Dosen FK UK Petra Ingatkan Kelompok Rentan Jaga Kesehatan


Surabaya, Bhirawa – Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Kristen (UK) Petra mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap dampak perubahan suhu, terutama bagi bayi, anak-anak, lansia, serta penderita penyakit kronis.

Fenomena udara dingin atau bediding yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur pada beberapa waktu terakhir memunculkan berbagai anggapan di masyarakat, termasuk anggapan bahwa suhu dingin menjadi penyebab langsung flu dan masuk angin. Selasa, (21/7/2026)

Dosen Fakultas Kedokteran (UK) Petra dr. Octavianus Eka Saputra, Sp.A., mengatakan flu bukan disebabkan oleh udara dingin, melainkan oleh infeksi virus. Namun, kondisi udara yang dingin dan kering dapat memengaruhi sistem pertahanan alami tubuh sehingga risiko infeksi meningkat.

“Faktanya, flu disebabkan oleh virus, bukan oleh suhu udara, udara dingin dan kering bisa membuat lapisan lendir pelindung di saluran napas mengering sehingga virus lebih mudah masuk ke dalam tubuh,” Jelasnya.

Menurutnya Dokter spesialis anak dampak tersebut fenomena bediding tidak hanya berkaitan dengan gangguan saluran pernapasan seperti batuk, pilek, maupun kambuhnya asma, penurunan suhu menyebabkan penyempitan pembuluh darah di permukaan kulit sebagai mekanisme tubuh untuk mempertahankan panas.

“Kondisi tersebut dapat memicu peningkatan tekanan darah secara tiba-tiba, sebab itu, penderita hipertensi maupun penyakit jantung perlu lebih berhati-hati selama fenomena bediding berlangsung,” Ujarnya.

Lanjut dr. Eka menyampaikan bahwa informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena bediding jadi akibat pengaruh Angin Monsun Australia yang membawa massa udara kering, ditambah kondisi langit yang minim awan pada musim kemarau. “Fenomena tahunan ini diperkirakan mencapai puncaknya pada Juli hingga Agustus dan berpotensi berlangsung hingga September,” pungkasnya.

Berita Terkait :  Kolaborasi Orang Tua-Sekolah Jadi Kunci Pengembangan Siswa di Sampoerna Academy

dr. Eka menyarankan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan selama bediding dengan menerapkan beberapa langkah sederhana sepeti mengenakan pakaian hangat berlapis, memastikan kebutuhan cairan dan nutrisi anak tetap terpenuhi, menjaga kebersihan tangan, tetap aktif berolahraga serta cukup beristirahat, dan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam tinggi, sesak napas, tampak lemas, atau menolak makan dan minum.

“Terpenting bukan mencemaskan udara dinginnya, tapi jaga daya tahan tubuh serta menerapkan pola hidup sehat supaya diri sendiri dan keluarga tetap terlindungi,” Imbuh dr. Eka. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!