Kota Batu, Bhirawa – Cuaca kering ditambah suhu dingin ekstrem di malam hari harus disikapi dengan hati- hati warga. Sabtu (18/7) malam, terjadi kebakaran lahan di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Diduga kebakaran ini diakibatkan adanya aktivitas warga yang melakukan pembakaran terbuka tanpa pengawasan.
Diketahui, musim kemarau yang terjadi di Negeri ini membuat Kota Batu sudah tidak pernah turun hujan dalam beberapa bulan terakhir. Akibatnya, banyak titik rumpun pohon bahkan hutan yang dipenuhi dedaunan dan ranting kering. Kebiasaan warga menghilangkan semua yang kering itu dengan cara dibakar.
Adanya kebakaran lahan ini dibenarkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Suwoko SP MM. “Benar, pada hari Sabtu (18/7) malam kita telah mendapatkan laporan adanya kebakaran di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, tepatnya di sebuah rumpun bambu yang ada di Dusun Kekep,” ujarnya, Minggu (19/7).
Ia mengatakan saat tim dari BPBD Kota Batu datang ke lokasi, diketahui bahwa kebakaran lahan yang terjadi berada di area rumpun bambu. Diduga kebakaran dipicu dari sisa pembakaran serasah yang ditinggalkan pelakunya. Akibatnya, api membesar dan akhirnya tidak terkendali.
BPBD Kota Batu bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) setempat langsung turun tangan melakukan pemadaman. Api berhasil dijinakkan setelah membakar rumpun bambu dengan luas sekitar 100 meter persegi.
Setelah memadamkan api, juga dilakukan pembasahan lahan terbakar oleh Damkarmat untuk mengantisipasi muncul api yang menyebabkan kembakaran kembali terjadi. BPBD Kota Batu mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran terbuka tanpa pengawasan.
“Dan yang tak kalah penting warga diimbau segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat segera dilakukan penanganan oleh petugas,” pesan Suwoko.
Ia juga menghimbau masyarakat untuk tidak membakar sisa ranting bambu maupun vegetasi kering secara sembarangan. Hal ini terutama berkaitan dengan kondisi cuaca panas dan berangin, karena dapat memicu kebakaran lahan.
“Masyarakat juga diharapkan selalu waspada dan berhati-hati terhadap potensi bencana atau ditemukan kondisi yang membahayakan saat cuaca ekstrem,” tambah Suwoko.
Diketahui, perilaku atau kebiasaan yang biaa menyebabkan bencana adalah pengelolaan kandang ternak di masa cuaca ekstrem. Beberapa waktu lalu hal ini telah menyebabkan terjadinya banjir luapan di Jl Raya Oro-Oro Ombo, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.
Banjir luapan ini terjadi akibat tersumbatnya saluran drainase yang ternyata disebabkan material sampah berupa limbah kandang ternak sapi. Akibatnya debit air membludak yang berasal dari hujan intensitas tinggi yang masih sering mengguyur wilayah Kota Batu di masa peralihan musim. Akibarnta terjadi banjir luapan di Desa Tlekung sejak pagi hingga sore.
“Akibat kejadian banjir luapan saat itu, akses jalan menuju Perumahan Martabe Regency sempat tertutup material sampah dan genangan air, serta mengganggu aktivitas warga sekitar,” ujar Suwoko. [nas.kt]


