28.9 C
Sidoarjo
Tuesday, May 19, 2026
spot_img

Warga Padati Bantaran Sungai Brantas saat Pladu, Pemkot Kediri Siagakan Anggota

Pemkot Kediri, Bhirawa
Ratusan warga memadati bantaran Sungai Brantas saat Pladu atau flushing yakni kegiatan tahunan pengurasan dan pembukaan pintu air di bendungan (seperti Bendungan Wlingi dan Lodoyo) untuk membersihkan sedimen lumpur, Senin sore (18/5) lalu. Kondisi itu mendorong Pemerintah Kota Kediri melakukan pemantauan langsung untuk mengantisipasi potensi bahaya akibat meningkatnya debit dan derasnya arus sungai.

Pemantauan dilakukan di kawasan Taman Brantas hingga sekitar Masjid Agung Kota Kediri. Kegiatan dipimpin Pj Sekda Kota Kediri, Endang Kartikasari bersama Kalaksa BPBD Kota Kediri Joko Arianto dengan melibatkan personel gabungan dari BPBD, TNI, PMI, RAPI, Rumah Zakat, serta relawan. Sebelum patroli dilakukan, petugas lebih dahulu menggelar apel kesiapsiagaan bersama relawan dan unsur terkait.

Pj Sekda Kota Kediri, Endang Kartikasari mengatakan, masyarakat diminta tidak terlalu mendekati bibir sungai karena debit air diperkirakan meningkat pada sore hingga malam hari seiring aliran pladu mulai memasuki wilayah Kota Kediri.

”Sekitar pukul 18.00 WIB aliran diperkirakan sudah sampai di Kota Kediri. Nantinya debit air meningkat dan arus menjadi lebih deras. Karena itu masyarakat kami imbau untuk tetap berhati-hati dan tidak terlalu ke tepi sungai,” ujarnya.

Menurut Endang, banyak warga datang membawa jaring untuk mencari ikan di bantaran Sungai Brantas saat pladu berlangsung. Namun pemerintah tidak ingin aktivitas tersebut menimbulkan insiden yang membahayakan keselamatan warga.

Berita Terkait :  Program Pasabber, Satsamapta Polres Situbondo Bagikan 100 Nasi Kotak untuk Ojek dan Pekerja

”Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai ada warga terpeleset atau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Kediri, Joko Arianto menjelaskan, BPBD Kota Kediri telah melakukan langkah mitigasi sejak sebelum pladu berlangsung. Salah satunya dengan memberikan sosialisasi di sejumlah titik penyeberangan sungai di wilayah Manisrenggo dan Ngronggo.

Joko juga mengimbau para penambang penyeberangan menghentikan sementara aktivitas apabila debit air meningkat dan kondisi dinilai membahayakan.

Menurut Joko, fenomena pladu rutin dilakukan sebagai upaya pembersihan sedimen waduk. Meski demikian, kondisi air yang keruh disertai arus deras tetap memiliki potensi bahaya bagi masyarakat yang berada terlalu dekat dengan sungai.

”Kondisi pladu identik dengan arus deras dan air keruh. Kalau terpeleset sedikit saja bisa berbahaya. Jadi kami minta masyarakat tetap mengutamakan keselamatan,” kata Joko.

Untuk mengantisipasi kemungkinan darurat, BPBD Kota Kediri menyiagakan sekitar 30 personel gabungan, dua perahu karet, serta perlengkapan penyelamatan air di sejumlah titik rawan kerumunan warga.

Petugas juga melakukan patroli bergantian di sejumlah lokasi yang dipadati masyarakat, mulai kawasan Jembatan Lama, Jembatan Baru, hingga sekitar Masjid Agung Kota Kediri. [van.nov.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!