34.3 C
Sidoarjo
Thursday, May 14, 2026
spot_img

Wali Kota Pasuruan Ingatkan Hati-hati, Jangan Terjebak Investasi Instan

Pemkot Pasuruan, Bhirawa.
Laju teknologi digital di sektor keuangan ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi menawarkan kemudahan akses, namun di sisi lain menyimpan risiko lubang hitam bernama penipuan dan pinjaman online (pinjol) ilegal. Fenomena inilah yang menjadi atensi serius Pemerintah Kota Pasuruan.

Senin (11/5) pagi, suasana di Gradika Bhakti Praja di Kota Pasuruan tampak lebih riuh dari biasanya. Ratusan pelaku UMKM, pengurus organisasi wanita, hingga tokoh masyarakat berkumpul dalam forum Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan. Tak sekadar seremoni, acara ini menjadi ajang imunisasi finansial bagi warga Kota Pasuruan agar tak gampang tergiur janji manis keuntungan instan.

Wali Kota Pasuruan, H Adi Wibowo yang akrab disapa Mas Adi hadir langsung membuka acara. Dalam sambutannya, Mas Adi menyoroti perubahan perilaku masyarakat, terutama generasi muda dan pelaku usaha, yang kini cenderung mengejar segala sesuatu serba cepat.

“Perubahan di sektor keuangan ini larinya kencang sekali. Kita harus mampu mengimbanginya. Anak-anak muda sekarang inginnya serba instan. Padahal, di balik kecepatan itu, ada risiko yang harus diwaspadai,” ujar Mas Adi di hadapan para undangan.

Menurut Mas Adi, literasi keuangan adalah kunci agar UMKM tetap tegak berdiri sebagai tulang punggung ekonomi kota. Ia mengaku prihatin dengan masih banyaknya warga yang terjerat rayuan keuntungan besar dalam waktu singkat, yang ujung-ujungnya justru berujung pada kerugian finansial yang dalam. “Tiap hari kita dengar masih ada yang jadi korban penipuan atau pinjol ilegal. Jangan tergesa-gesa. Penguatan literasi ini penting sebagai bentuk kewaspadaan kita di era ekonomi digital,” kata Mas Adi dengan nada lugas.

Berita Terkait :  5 Pilihan AC Aqua 2 PK Terbaik, Watt Rendah dan Dingin Maksimal

Sementara itu, Ketua IWAPI Kota Pasuruan Suryani Firdaus mengamini hal tersebut. Menurutnya, tantangan UMKM saat ini bukan lagi sekadar cara memproduksi barang yang enak atau bagus, melainkan bagaimana mengelola napas usaha melalui manajemen keuangan yang sehat.

“Pelaku UMKM tidak boleh hanya jago bikin produk. Harus paham juga akses pembiayaan yang legal, paham layanan perbankan, dan melek transaksi digital. Itu syarat mutlak agar usaha bisa naik kelas dan berdaya saing,” kata Suryani Firdaus.

Acara tersebut semakin berwarna dengan hadirnya Pameran UMKM Perempuan di area lokasi. Berbagai produk unggulan mulai dari kerajinan hingga olahan makanan dipamerkan, menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran sentral dalam menggerakkan roda ekonomi di Pasuruan. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Kepala OJK Malang, jajaran asisten setda, hingga kepala perangkat daerah terkait.

Sinergi lintas sektoral ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang tidak hanya inklusif, namun juga tangguh menghadapi gempuran tren digital yang terus berubah. Dengan literasi yang kuat, Pemkot Pasuruan optimistis fondasi ekonomi daerah bakal semakin kokoh dan berkelanjutan.[hil.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!