29.8 C
Sidoarjo
Wednesday, May 13, 2026
spot_img

Workshop Hidroponik GOW Kota Kediri Dorong Ketahanan Pangan Keluarga

Workshop budidaya sayur hidroponik Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Kediri, Rabu (13/5).

Kota Kediri, Bhirawa.
Pemanfaatan lahan pekarangan rumah dengan teknik hidroponik dinilai dapat menjadi salah satu solusi memperkuat ketahanan pangan keluarga. Melalui metode tersebut, ibu rumah tangga tidak hanya berperan dalam pengelolaan gizi keluarga, tetapi juga mampu mengembangkan lahan produktif di lingkungan rumah.

Untuk membekali keterampilan tersebut, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Kediri menggelar workshop budidaya sayur hidroponik dengan menghadirkan narasumber Penyuluh Pertanian Ahli Pertama Kementerian Pertanian RI, Rabu (13/5).

Ketua GOW Kota Kediri, Faiqoh Azizah Muhammad, mengatakan kegiatan itu menjadi bagian dari upaya pemberdayaan perempuan sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan.

“Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan kebutuhan hidup, memanfaatkan lahan berbasis hidroponik atau polibag bisa menjadi langkah positif yang dapat diterapkan oleh ibu rumah tangga maupun komunitas masing-masing,” ujarnya.

Ia mengapresiasi anggota GOW yang menggagas workshop budidaya sayur tersebut. Menurutnya, kegiatan semacam itu tidak hanya memberi wawasan baru, tetapi juga mendorong terciptanya kemandirian dan kepedulian terhadap lingkungan.

Faiqoh juga berpesan kepada 150 peserta yang hadir agar dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap pelatihan tersebut menjadi awal lahirnya program-program inovatif yang memberdayakan masyarakat.

Sementara itu, Penyuluh Pertanian Ahli Pertama Kementerian Pertanian RI, Agus Fatony Tohari, menjelaskan hidroponik merupakan metode budidaya tanaman tanpa tanah dengan memanfaatkan air bernutrisi. Media tanam yang dapat digunakan antara lain sekam bakar, cocopeat, dan rockwool.

Berita Terkait :  Bupati Lamongan Yuhronur Ajak Manfaatkan Kemudahan Akses Pendidikan

Menurut Agus, teknik hidroponik memiliki sejumlah keunggulan dibanding metode konvensional. Selain mampu menanam lebih banyak tanaman di lahan terbatas, tanaman juga lebih tahan terhadap penyakit dan hama sehingga penggunaan pestisida dapat diminimalkan. Tanaman pun dinilai tumbuh lebih cepat karena kebutuhan nutrisi, air, dan oksigen terpenuhi secara optimal.

Ia menambahkan, budidaya hidroponik dapat dilakukan dengan menyiapkan sejumlah bahan seperti netpot, media tanam, benih sayuran, dan nutrisi hidroponik. Sementara alat yang digunakan di antaranya TDS meter untuk mengukur kandungan partikel dalam larutan air serta pH meter untuk mengetahui tingkat keasaman cairan.

Melalui workshop tersebut, Agus berharap pemanfaatan teknologi pertanian modern yang ramah lingkungan dapat mendorong lahirnya perempuan yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing.(van,nov.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!