27.8 C
Sidoarjo
Tuesday, July 28, 2026
spot_img

Unggul Tata Kelola dan Karakter, PPG UMM jadi Rujukan Nasional


Kota Malang, Bhirawa – Keberhasilan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam mengelola Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) kian mengukuhkan posisinya sebagai kiblat perguruan tinggi nasional. Teranyar, Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut memboyong timnya ke ‘Kampus Putih’ UMM untuk melakukan benchmarking penguatan tata kelola PPG, Senin (27/7) kemarin.

Fokus studi banding ini meliputi pengelolaan pembelajaran microteaching berbasis teknologi, tata kelola kemahasiswaan, hingga sistem pembinaan berasrama.

Wakil Rektor I IPI Garut, Dr Galih Abdul Fatah Maulani MKom mengungkapkan, UMM dipilih lantaran memiliki kematangan pengalaman yang luar biasa dalam tata kelola profesi guru. Sebagai kampus yang baru merintis PPG sejak 2023, IPI Garut membutuhkan rujukan konkret yang teruji.

“Kami melihat UMM memiliki sistem pengelolaan PPG yang sangat komprehensif. Pengelolaan mahasiswa tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Harapannya, praktik baik (best practice) dari UMM ini bisa kami adopsi untuk meningkatkan mutu PPG di IPI Garut,” ujar Galih.

Menanggapi hal tersebut, Kaprodi PPG UMM, Prof Dr Trisakti Handayani MM menjelaskan, kunjungan ini menjadi wadah kolaborasi untuk saling menguatkan mutu pendidikan guru di Indonesia. Pihaknya membagikan tiga pilar utama keberhasilan PPG UMM.

“Pengelolaan microteaching di PPG UMM kami kembangkan berbasis teknologi melalui ruang terbuka. Melalui peer teaching, mahasiswa saling mengajar, berdiskusi, dan berrefleksi. Ini terbukti ampuh mendongkrak kepercayaan diri dan budaya reflektif calon guru,” terang Prof Trisakti.

Berita Terkait :  Gedung SDN 2 Karangpatihan Rusak, Dinas Pendidikan Ponorogo Siapkan Solusi

Tak berhenti di situ, ekosistem mahasiswa PPG UMM juga diperkaya dengan berbagai program penguatan kapasitas seperti Duta PPG, Aliansi Mahasiswa, seminar kebangsaan, bela negara, pembuatan podcast, hingga pameran inovasi. Sistem kehidupan di asrama turut diwajibkan untuk memupuk kedisiplinan dan jiwa kolaboratif.

Sementara itu, Wakil Rektor IV UMM, Muhammad Salis Yuniardi MPsi PhD menegaskan pentingnya pembentukan karakter di tengah gempuran teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Menurutnya, pengetahuan (knowledge) hari ini sangat mudah didapat dari AI. Namun, hal-hal mendasar seperti kepemimpinan, daya juang, berpikir kritis, dan karakter tidak akan pernah bisa digantikan oleh teknologi.

“Di sinilah peran vital perguruan tinggi. UMM tidak hanya mencetak guru yang cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki kekuatan moral dan karakter yang adaptif,” pungkas Salis.

Melalui sinergi ini, Kampus Putih UMM kembali membuktikan komitmennya dalam membagikan praktik-praktik baik guna mendorong pemerataan dan peningkatan mutu ekosistem pendidikan keguruan di Tanah Air. [mut.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!