29 C
Sidoarjo
Thursday, April 16, 2026
spot_img

Unesa dan Konjen Australia Perkuat Hubungan Diplomatik


Surabaya, Bhirawa
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bersama dari Konsul Jenderal (Konjen) Australia menggelar acara Hubungan Diplomatik Indonesia-Australia di Auditorium Lantai 3, Gedung K10, Fakultas Vokasi, Kampus 1 Unesa Ketintang.

Hubungan diplomatik dua negara bertetangga tidak hanya dibangun di atas meja perundingan, melainkan melalui interaksi antarmasyarakat (people-to-people contact) dan kolaborasi bidang pendidikan, Rabu (15/4).

Dekan Fakultas Vokasi Unesa, Suprapto mengatakan kehadiran Konjen Australia ini selaras dengan langkah strategis fakultas yang baru saja melakukan penjajakan kerja sama riset dan kelas internasional dengan Greenfield University, Australia.

“Kami ingin mendorong mahasiswa Vokasi untuk tidak ragu melanjutkan studi ke luar negeri, bertujuan peningkatan kapasitas akademik, dukungan beasiswa dari Australia sangat menjanjikan kenyamanan bagi mahasiswa,” jelasnya.

Suprapto mengukapkan Fakultas Vokasi berencana perkuat komitmen melalui penandatanganan MoU dan MoA, dan mengundang perwakilan akademisi Australia dalam konferensi internasional ICASVI mendatang.

Sementara itu, Konjen Australia di Surabaya, Glen Askew menyampaikan Mahasiswa Unesa memiliki peran strategis hubungan kedua negara, pengalaman internasional didapat saat menempuh studi di Australia menjadi relasi jangka panjang yang memperkuat ketahanan diplomatik.

“Hubungan pemerintah itu penting, tapi hubungan antar masyarakat lebih fundamental, mahasiswa yang kuliah di Australia akan kembali ke Indonesia dengan pengalaman baru dan hubungan seumur hidup dengan Australia,” ucapnya.

Glen menjelaskan bahwa terdapat peningkatan kuota visa pelajar untuk kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang mencapai angka 25 ribu visa, dan membedah keunggulan beasiswa pemerintah Australia yang telah berjalan selama 50 tahun dengan cakupan biaya hidup yang sangat komprehensif.

Berita Terkait :  Aksi Cepat Tanggap, Alfamidi Bantu Ratusan Korban Banjir di Jombang dan Mojokerto

“Meski memiliki perbedaan mencolok dari segi budaya, agama, hingga iklim ekstrem yang suhunya bisa menembus 50 derajat Celsius, perbedaan tersebut justru menjadi peluang kolaborasi, bagaimana dua negara yang berbeda ini bersinergi untuk menyejahterakan masyarakat di kawasan,” imbuhnya. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!