28.3 C
Sidoarjo
Wednesday, June 17, 2026
spot_img

Buka Forum Strategis, Wali Kota Mojokerto Ajak Semua Pihak Fokus Cegah Stunting

Pemkot Mojokerto, Bhirawa
Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat komitmennya dalam percepatan penurunan stunting dan pengendalian penduduk sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat membuka forum koordinasi isu strategis kependudukan dan stunting di Sabha Kridatama Rumah Rakyat, Rabu (17/6).

Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kualitas SDM yang menjadi penentu masa depan daerah.

“Yang kita bangun hari ini bukan hanya untuk saat ini, tetapi juga menjadi fondasi bagi pembangunan 10 hingga 20 tahun ke depan. Karena itu, isu kependudukan dan stunting harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Menurut Ning Ita, penanganan stunting membutuhkan sinergi berbagai pihak. Karena itu, Pemkot Mojokerto terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, akademisi, serta Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan data stunting yang digunakan benar-benar valid dan sesuai kondisi di lapangan.

Ia menjelaskan, data yang akurat menjadi dasar penting dalam merancang program dan kebijakan agar penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif serta tepat sasaran. Selain penguatan data, edukasi kepada masyarakat juga terus digencarkan. Ning Ita menilai keluarga memiliki peran sentral dalam mencegah stunting, mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia lima tahun.

Berita Terkait :  Kunjungi BPBD Jatim, Akademisi Jepang Tertarik Kolaborasi Drone Mitigasi Bencana

Menurutnya, stunting tidak hanya ditemukan pada keluarga kurang mampu, tetapi juga dapat terjadi pada keluarga pekerja apabila pola asuh dan pemenuhan gizi anak kurang mendapat perhatian.

“Stunting tidak hanya terjadi pada keluarga kurang mampu. Ada juga kasus yang ditemukan pada keluarga pekerja. Karena itu, pemahaman dan perhatian terhadap pola asuh anak harus terus ditingkatkan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita juga mengajak seluruh pihak untuk memanfaatkan bonus demografi yang saat ini dimiliki Indonesia. Menurutnya, jumlah penduduk usia produktif yang besar dapat menjadi modal pembangunan apabila dibekali keterampilan dan kesempatan kerja yang memadai.

Ia menambahkan, pemerintah pusat telah membuka berbagai peluang pelatihan dan penempatan kerja bagi lulusan sekolah menengah, termasuk kesempatan bekerja di luar negeri setelah mengikuti pelatihan dan sertifikasi kompetensi.

Melalui forum koordinasi ini, Pemkot Mojokerto berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antar pemangku kepentingan dalam upaya menurunkan angka stunting sekaligus mempersiapkan generasi unggul yang mampu menjadi motor pembangunan di masa depan.[oky.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!