Kota Malang, Bhirawa – Bentuk kepedulian terhadap calon mahasiswa yang membutuhkan dukungan ekonomi terus ditunjukkan oleh Universitas Brawijaya (UB). Kampus ternama di Kota Malang ini menyerahkan bantuan keuangan serta satu unit laptop kepada Arya Yudhistira, calon mahasiswa baru Program Studi Desain Grafis Fakultas Vokasi UB, di kediamannya di Jalan Cihampelas, Bandung, Jawa Barat.
Penyerahan bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik UB, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, M.P. Langkah ini dilakukan guna mendorong motivasi belajar dan memastikan calon mahasiswa dari latar belakang ekonomi terbatas tetap dapat meraih pendidikan tinggi yang layak.
Prof. Imam Santoso menjelaskan, Arya terpilih sebagai penerima bantuan setelah melalui verifikasi ketat. Arya merupakan calon mahasiswa yang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) dan tercatat sebagai penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).
“Arya masuk melalui jalur SNBT, penerima KIP-K, dan berasal dari keluarga yang berpenghasilan sangat terbatas. Pemerintah melalui UB memberikan perhatian penuh kepada siswa-siswa yang membutuhkan agar dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi,” ujar Prof. Imam.
Guru Besar Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem ini menambahkan bahwa penyaluran bantuan keuangan dihimpun melalui BAZIZ UB, sementara bantuan laptop disediakan oleh unit usaha kampus, Brawijaya Multi Usaha (BMU) UB. Sebagai penerima KIP-K, Arya juga dibebaskan dari biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) serta berhak menerima bantuan biaya hidup selama menempuh studi.
“Semoga bantuan ini dapat meningkatkan semangat dan prestasi Arya selama menempuh perkuliahan di UB,” harapnya.
Dalam penyerahan bantuan tersebut, Prof. Imam didampingi oleh Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik (DALA) UB, Arif Hidayat, M.M., serta Kepala Subdirektorat Penerimaan Mahasiswa UB, Aulia Nur Mustaqiman, Ph.D.
Sementara itu, Arya mengaku sangat bersyukur dan terharu atas perhatian langsung yang diberikan oleh jimpinan pimpinan kampus UB yang mendatangi kediamannya. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan merasa sangat dihargai. Bantuan ini menjadi pelecut semangat saya untuk belajar sungguh-sungguh, dan semoga ke depan saya bisa mengangkat derajat kedua orang tua saya,” tutur Arya.
Rasa haru dan apresiasi mendalam juga disampaikan oleh ibu kandung Arya, Mardiah. Ia mengungkapkan bahwa kondisi perekonomian keluarganya cukup berat, terlebih suaminya sedang menderita sakit dalam beberapa tahun terakhir.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami, utamanya untuk keberlanjutan kuliah Arya. Saya yang bekerja seadanya dan ayahnya yang sakit selama enam tahun terakhir akan terus memberikan doa serta motivasi agar Arya menjadi anak yang berguna dan sukses,” ungkap Mardiah penuh haru. [mut.wwn]


