27.8 C
Sidoarjo
Monday, July 20, 2026
spot_img

Tuntut DPRD Fasilitasi Audiensi, Pedagang Pasar Ikan Hias SLG Tolak Isu Pemindahan RJM

Kabupaten Kediri, Bhirawa. – Isu pemindahan Sentra Perdagangan Raja Murah (RJM) dari kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) menuai penolakan dari pedagang Pasar Ikan Hias dan Kuliner Gumul, Desa Sumberjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Mereka meminta DPRD Kabupaten Kediri segera memfasilitasi audiensi agar ada kejelasan sekaligus solusi atas persoalan ini.

Sikap itu ditunjukkan melalui surat permohonan audiensi yang dilayangkan Paguyuban Pasar Ikan Hias dan Kuliner Gumul kepada Pimpinan DPRD Kabupaten Kediri, Senin (20/7). Para pedagang menilai keberadaan RJM selama ini menjadi salah satu penarik pengunjung ke kawasan SLG dan berdampak langsung terhadap aktivitas perdagangan di Pasar Ikan Hias.

Ketua Paguyuban Pasar Ikan Hias dan Kuliner Gumul, Sarjana ST, mengatakan keberadaan RJM dan Pasar Ikan Hias saling mendukung. Karena itu, pihaknya berharap keduanya tetap dipertahankan di kawasan SLG.

‘’Kami mengajukan surat ke dewan untuk meminta audiensi terkait keberadaan kami, para pedagang Pasar Ikan Hias. Kebetulan ini ada masalah dengan RJM. Keberadaan RJM itu sebenarnya sangat membantu sekali untuk menarik pembeli ke arah pasar kita,’’ ujarnya.

Menurut Sarjana, audiensi diharapkan menghasilkan keputusan yang tidak merugikan para pedagang yang selama ini menggantungkan mata pencaharian di kawasan tersebut.

‘’Harapan kami semua teman pedagang di Pasar Ikan Hias ada aura positif dan jalan keluar terbaik untuk masalah ini,’’ tambahnya.

Berita Terkait :  Kapolres dan Ketua Bhayangkari Cabang Mojokerto Kota Resmikan Renovasi TK Kemala Bhayangkari

Pedagang ikan hias, Bang Timo, juga menilai wacana pemindahan RJM berpotensi menurunkan jumlah pengunjung. Padahal, kata dia, para pedagang telah berjuang sejak awal merintis pasar hingga mulai dikenal masyarakat.

‘’Kami dulu membuka lapak di sini dalam kondisi yang sangat sepi dan terbatas. Pernah ada skema dari Dinas Perikanan untuk meramaikan pasar ini, dan keberadaan pengunjung memang sangat terasa. Kalau tiba-tiba ada isu pemindahan sepihak, jelas tidak fair bagi kami,’’ ucapnya.

Ia mengaku khawatir para pedagang harus kembali membangun pasar dari awal apabila RJM benar-benar dipindahkan. Meski demikian, pihaknya tetap mengedepankan dialog untuk mencari penyelesaian yang dapat diterima semua pihak.

Dalam surat Nomor 003/PIHK/VII/2026, paguyuban juga mengusulkan sejumlah langkah, di antaranya kepastian keberadaan Pasar Ikan Hias Gumul sebagai sentra perdagangan ikan hias, peningkatan promosi dan penyelenggaraan event, pembenahan sarana dan prasarana, penguatan UMKM lokal, serta penyusunan solusi jangka panjang agar kawasan SLG tetap berkembang sebagai destinasi ekonomi kreatif dan wisata keluarga.

Para pedagang berharap DPRD Kabupaten Kediri segera menjadwalkan audiensi sehingga polemik mengenai isu pemindahan RJM dapat dibahas secara terbuka dengan melibatkan seluruh pihak terkait. [van.nov.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!