Kota Batu, Bhirawa – Warga Kota Batu mendesak Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) kota ini untuk menambah golongan pelanggan air minum. Hal ini dibutuhkan untuk lebìh menìngkatkan pelayanan Perumdam sekaligus kebùtuhan semua lapisan masyarakat dapat terpenuhi. Penambahan golongan pelanggan inipun telah dibahas dalam Rapat Koordinasi Penyampaian Laporan Kinerja Perumdam Among Tirto Kota Batu yang dilaksanakan di Ruang Rapat Sekda Balai Kota Batu.
Rapat kordinasi dipimpin langsung Asisten Wali Kota Batu Bidang Perekonomian dan Pembangunan, M Chori. Adapun peserta rapat meliputi jajaran perangkat daerah dan manajemen Perumdam Among Tirto.
“Agenda rapat meliputi penyampaian Laporan Tahunan Perumdam Among Tirto Kota Batu Tahun 2025 sekaligus Laporan Kinerja Triwulan I Tahun 2026 kepada Kuasa Pemilik Modal (KPM),” ujar Chori saat dikonfìrmasi, Kamis (23/7).
Laporan ini sangat penting bagi kelanjutan Perumdam Among Tirto sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kinerja perusahaan dalam memberikan pelayanan air minum kepada masyarakat. Dan melalui koordinasi yang sinergis antara Pemerintah Kota Batu dan Perumdam Among Tirto, diharapkan tata kelola perusahaan ini semakin profesional dan akuntabel.
Untuk perusahaan ini juga mampu mendukung penyediaan layanan air minum yang berkualitas, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Llaporan pertanggungjawaban, dalam rapat kordinasi jugà turut dibahas terkait rencana reklasifikasi berupa penambahan golongan pelanggan di Perumdam Kota Batu. Rencana tersebut merupakan inisiasi dan usulan dari masyarakat saat menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama forum pelanggan.
“Pembahasan rencana reklasìfikasi ini menjadi bagian dari upaya penyempurnaan kebijakan pelayanan yang lebih adaptif, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat,” ujar Ahmad Yusuf, Direktur Perumdam Among Tirto.
Selain peningkatan pelayanan melalui reklasìfikasi, Perumdam Among Tirto juga konsisten menjaga kelancaran dan mutu air minum yàng diterima pelanggan. Untuk itu mereka langsung melakukan identifikasi saat debit air yang diterima pelanggan menurun. Salah satunyà mengidentifikasi menurunnya debit air di Tandon Abdul Gani yang ternyata disebabkan oleh kerusakan pipa.
Dalam upaya menormàlisasi debit air ini, Perumdam telah mengidentifikasi bahwa gangguan aliran air ini berasal dari Sumber Banyuning. Kerusakan ini telah menyebabkan gangguan aliran air PDAM di beberapa titik.
“Ini memang PR kami hampir satu tahun ini dengan turunnya distribuai kami di Banyuning itu kita analisa salah satunya ada gangguan di pipa induk. Dan langkah teknis telah kami ambil untuk menangani persoalan tersèbut,” tandas Yusuf. [nas.kt]


