Pemkot Mojokerto, Bhirawa. – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari membuka Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan bagi Pencari Kerja Berdasarkan Klaster Kompetensi Tahap I Tahun 2026 di UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Mojokerto, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Rabu (8/7).
Pelatihan yang didanai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tersebut diikuti 96 peserta yang terbagi dalam enam bidang kompetensi, yakni Tata Boga, Processing Pembuatan Roti dan Kue, Desain Grafis Muda, Computer Technical Support, Tata Rias Kecantikan (Make Up Artist/MUA), serta Service Sepeda Motor Injeksi.
Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita mengatakan, pelatihan berbasis kompetensi merupakan komitmen Pemerintah Kota Mojokerto dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat usia produktif.
“Pelatihan ini kami hadirkan agar masyarakat memiliki keterampilan yang bisa menjadi bekal untuk bekerja maupun berwirausaha. Pekerjaan itu tidak harus selalu dicari, tetapi juga bisa diciptakan. Karena itu, manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kompetensi diri,” ujar Ning Ita.
Ia menjelaskan, setiap tahun Pemerintah Kota Mojokerto secara konsisten memfasilitasi sekitar 400 warga mengikuti pelatihan berbasis kompetensi. Setelah pelatihan selesai, seluruh peserta akan mengikuti uji kompetensi untuk memperoleh sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai pengakuan atas kemampuan yang dimiliki.
Menurutnya, sertifikat kompetensi menjadi nilai tambah yang dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja sekaligus membuka peluang lebih besar untuk memasuki dunia kerja maupun merintis usaha secara mandiri.
“Saat ini masih ada sekitar 3.500 warga Kota Mojokerto usia produktif yang belum memperoleh pekerjaan yang layak. Karena itu, kami terus menghadirkan pelatihan berbasis kompetensi sebagai salah satu upaya menekan angka pengangguran,” terangnya.
Ning Ita juga mengajak seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar ilmu dan keterampilan yang diperoleh menjadi bekal meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarga.
Melalui sinergi dengan UPT BLK Mojokerto, Pemerintah Kota Mojokerto berharap semakin banyak angkatan kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Selama mengikuti pelatihan, peserta juga memperoleh perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan. Program ini turut diprioritaskan bagi warga usia produktif dari kelompok rentan desil 1 hingga 4 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). [oky.kt]


