31.7 C
Sidoarjo
Thursday, July 16, 2026
spot_img

Target Perlindungan Pekerja Surabaya Naik 60 Persen, Disnaker Kejar 120 Ribu Peserta Baru BPJS Ketenagakerjaan

Surabaya, Bhirawa – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus menggenjot perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Hingga pertengahan 2026, cakupan perlindungan pekerja di Kota Pahlawan baru mencapai sekitar 40 persen.

Pemkot pun menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 60 persen dengan menyasar sekitar 120 ribu pekerja tambahan.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, saat menjadi narasumber dalam Media Gathering BPJS Ketenagakerjaan Cabang Juanda bertajuk “Bersinergi dengan Media, Memperluas Perlindungan, Menguatkan Kepercayaan” di Restoran Kampung Kecil Jemursari, Surabaya, Kamis (16/7/2026).

“Universal coverage perlindungan pekerja di Surabaya saat ini sekitar 40 persen. Target kami 60 persen, artinya masih ada sekitar 20 persen atau kurang lebih 120 ribu pekerja yang harus kita lindungi,” ujar Agus.

Ia menjelaskan, Pemkot Surabaya telah mengalokasikan anggaran APBD untuk membiayai iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi sekitar 112 ribu pekerja rentan. Mereka berasal dari berbagai profesi, seperti ketua RT/RW, pekerja sosial, guru PAUD, marbot masjid, hingga pengemudi ojek online (ojol).

“Kami memfasilitasi pekerja sosial, KSH, guru PAUD, marbot, hingga sekitar 25 ribu pengemudi ojol. Khusus ojol, pendanaannya berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT),” jelasnya.

Menurut Agus, proses pendataan peserta dilakukan secara ketat agar tidak terjadi kepesertaan ganda. Pemkot secara rutin melakukan verifikasi, termasuk memastikan apakah penerima bantuan masih aktif atau sudah menjadi peserta mandiri.

Berita Terkait :  Menpar Ingin Chef Expo 2026 Perkuat Gastronomi Indonesia Agar Mendunia

“Kami selalu melakukan konfirmasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak agar tidak terjadi double accounting. Kalau sudah mandiri, tentu mekanismenya berbeda,” katanya.

Pada kesempatan sama, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Juanda, Teldi Rusnal, menegaskan media memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Media bukan hanya saluran informasi, tetapi juga mitra strategis dalam membangun pemahaman masyarakat tentang pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Melalui pemberitaan yang edukatif, semakin banyak pekerja yang memahami manfaat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Teldi menjelaskan, perluasan perlindungan pekerja menjadi bagian dari transformasi BPJS Ketenagakerjaan yang mengusung semangat 3C, yakni Coverage, Care, dan Credibility.

Aspek Coverage difokuskan pada perluasan kepesertaan agar semakin banyak pekerja formal maupun informal mendapatkan perlindungan. Care diwujudkan melalui peningkatan kualitas layanan yang cepat dan mudah, termasuk melalui aplikasi Jamsostek Mobile (JMO), layanan Lapak Asik, dan berbagai inovasi digital lainnya.

Sedangkan Credibility menjadi komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam menjaga kepercayaan publik melalui tata kelola yang profesional, pelayanan yang akuntabel, serta penyaluran manfaat secara tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Juanda juga memperkuat sinergi dengan insan media sebagai mitra strategis dalam menyebarluaskan informasi dan edukasi mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi seluruh pekerja.

“Perlindungan pekerja merupakan tanggung jawab bersama. Dengan dukungan media, kami optimistis semakin banyak pekerja yang terlindungi sehingga kesejahteraan mereka dapat semakin terjamin,” pungkas Teldi.  [geh.kt]

Berita Terkait :  Bekali Talenta Muda Hadapi Tantangan Era Digital, Indosat Gelar INSPIRE Career Week 2025 di Universitas Airlangga

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!